Indra Riawan

Masukan dari Maret 2007

Suhu Dan Kelembaban Data Center

Rabu, 28 Maret 2007 · 6 Tanggapan

Data center adalah pusat penyimpanan seluruh perangkat TI, dari server besar sampai pusat komunikasi data perusahaan. Perangkat perangkat ini bekerja secara terus menerus bahkan ada yang harus melayani 24×7x12 karena memang mission critical.

Seluruh perangkat ini tentu menghasilkan panas yang cukup tinggi. Karena itu ruang data center dikondisikan dingin. Selain untuk meredam pancaran panas yang dihasilkan oleh perangkat, kondisi dingin juga diciptakan agar perangkat tetap dalam kondisi dingin. Karena ada beberapa perangkat yang sensitip terhadap panas. Perangkat jenis ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi panas peripheralnya, sehingga jika mendeteksi panas sudah terlalu tinggi (overheat) akan menghentikan operasinya atau bahkan melakukan self-shutdown.

Tapi kondisi yang terlalu dingin juga bukan sesuatu yang bagus. Menjaga di kondisi 0′ celcius tentu hanya akan membuat datacenter menjadi sebuah freezer raksasa. Kondisi terlalu dingin hanya akan menghasilkan embun di dalam perangkat. Embun ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan hubungan singkat listrik.

Kelembaban adalah persentasi jumlah air dalam udara. Kelembaban ini terkait dengan suhu. Semakin rendah suhu, umumnya akan menaikkan nilai kelembaban.

Data center sebaiknya dijaga di suhu 22′ C (72′ F) agar perangkat dapat bekerja secara optimal tapi tidak mencapai overheat. Untuk tingkat kelembaban sebaiknya dijaga pada nilai 45%.

Yang paling efektif sebenarnya adalah dengan membeli perangkat yang memancarkan sedikit panas. Perangkat harus mampu untuk tetap dingin walaupun sedang dalam beban yang tinggi. Jadi tekniknya adalah dengan mendinginkan perangkat, bukan mendinginkan ruangan.(ir.wp)

Tags:

Kategori: Datacenter
Ditandai: , ,

Merger Dan Akuisisi Terus Berlanjut

Selasa, 27 Maret 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Gelombang merger dan akusisi di sektor perbankan terus berlanjut. Setelah tahun lalu beberapa bank terlibat proses merger dan akuisisi, tahun ini dimulai dengan kabar akuisi Bank Swaguna oleh Bank Victoria.

Awal bulan ini, Bisnis Indonesia menulis tentang rencana bisnis Bank Victoria yang akan mengakuisisi Bank Swaguna. Bank Victoria akan menguasi 99,79% dari total 8,25 juta lembar saham Bank Swaguna. Selanjutnya Bank Swaguna akan di konversi menjadi unit syariah.

Bank Swaguna yang berpusat di Fatmawati, Jakarta Selatan. Dengan cabang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tegal, dan Denpasar. Aset Bank Swaguna tercatat 70,4 M dengan modal 22 M.

Kabar merger pertama di tahun 2007 ini tersiar dari Bank Jasa Arta, Mitraniaga, Harfa. Koran Bisnis Indonesia hari ini menulis tentang kesepakatan merger tiga bank tersebut. Kesepakatan diantara para pemilik ditandatangai 22 Maret 2007. Ketiga bank ini akan mengusung nama baru yaitu Bank PAN Mitra Asia dan menjadi bank devisa.

Bank PAN Mitra Asia direncanakan beroperasi Oktober 2007 dengan cabang di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bank baru ini akan fokus pada nasabah ritel dan perdagangan.

Kategori: Bank
Ditandai: ,

SFC, Pemeriksa File System Windows

Jumat, 23 Maret 2007 · 2 Tanggapan

Jika windows xp sering mengalami error, mungkin ada file system yang corupt. Atau mungkin saja filenya sudah diganti oleh versi baru yang tidak dirilis oleh microsoft yang menyebabkan windows tidak stabil. Nah bagaimana cara mengembalikan file yang corupt ini ke versi aslinya? Cukup dikopi langsung dari CAB file atau bahkan musti instal ulang windows?

Sebelum melakukan install ulang bisa dicoba utility untuk mengecek file system bawaan dari windows. SFC (System File Checker ), adalah aplikasi untuk mengecek file system. Utility ini dijalankan dari command prompt.

Pada saat menjalankan utility ini, windows akan meminta cd yang digunakan untuk menginstal windows. File system yang ada di komputer akan dibandingkan dengan file yang sama yang berada di cd xp. Jika ditemukan file dengan versi yang berbeda, utility akan mengubah file yang ada di komputer dengan file yang ada di cd.

Berikut adalah syntax dan parameter yang bisa digunakan:

sfc [/scannow] [/scanonce] [/scanboot] [/revert] [/purgecache] [/cachesize= x]

/scannow: Scan seluruh file windows sekarang juga.
/scanonce: Scan seluruh file windows saat boot berikutnya tapi sekali saja.
/scanboot: Scan seluruh file windows setiap kali boot.
/revert: Membatalkan seluruh opsi sebelumnya, kembali ke seting default.
/purgecache: Bersihkan cache lalu scan windows sekarang.
/cachesize=x : Ubah ukuran cache (dalam MB).
/? : Bantuan.

 

 

Tags: ,

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: , ,

Polisi Hanya Mengira

Jumat, 16 Maret 2007 · 4 Tanggapan

Dari Harmoni, Roxy dapat dijangkau melalui jalan KH Hasyim Ashari dengan melewati 3 kali lampu merah. Padahal jaraknya tidak lebih dari 5 km. Lampu merah pertama adalah persimpangan dengan jalan AM Sangaji. Perempatan berikutnya lebih lebar karena melintasi jalan Cideng Timur, menyebrang kali Cideng dan melintasi lagi jalan Cideng Barat. Lampu yang ada diperempatan ini juga ada 2, satu di ujung Cideng Timur dan satu lagi diujung Cideng barat tapi keduanya menunjukkan warna yang sama. Lampu merah ketiga adalah persimpangan dengan jalan Biak.

Minggu lalu, ketika pulang dari kantor dan hendak ke Roxy, motor saya jalankan pelan saja. Karena memang tiada suatu keperluan yang mendesak. Lagian juga sedang belajar safety riding.

(lagi…)

Kategori: Jakarta
Ditandai: ,

Ping – TTL Expired in Transit

Jumat, 2 Maret 2007 · 4 Tanggapan

Pagi ini, tiba tiba saja semua remote node komplain karena tidak bisa akses. Dengan sangat malas, saya menggerakkan mouse untuk menjalankan puTTY . Dan jari tanganpun langsung plethak-plethok diatas papan kunci. Sedangkan sebungkus nasi uduk dari depan BCA belum juga di buka, padahal bau telor dadar hangatnya sangat menggoda.

Percobaan pertama, tes koneksi ke remote node. Hasilnya gagal total, seluruh node melaporkan RTO. Lhah, kok bisa ya’. Tes koneksi dari remote node ke sini. Hasilnya aneh, ping TTL expired in transit. Tes lacak jalur dari remote ke sini melaporkan bahwa ada yang aneh di ruting. Masak iya, rutingnya muter muter antara node 172.16.0.1 dan 172.16.0.2.

Setelah rutingnya diberesin, rasa penasaran membuat saya browsing mencari tentang TTL expired in transit. Pesan ini ternyata muncul karena paket PING sudah keburu kehabisan TTL. TTL adalah jumlah maksimum node yang bisa dilewati oleh paket sampai paket mencapai tujuan. Defaultnya, windows xp memasang TTL sebesar 256. Jadi jika PING menjawab Expired in Transit, berarti paket ping melewati lebih dari 255 node sebelum akhirnya mencapai tujuan. Ini bisa dicocokan dengan melihat hasil command TRACERT (traceroute di unix-like os).

Ah, ternyata begitu. Oh, iya nasi uduknya udah nunggu dari tadi. Sayang, telornya udah nggak hangat lagi dan krupuknya sudah mulai melempem.(ir.wp)

Tags:

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: ,