Data center adalah pusat penyimpanan seluruh perangkat TI, dari server besar sampai pusat komunikasi data perusahaan. Perangkat perangkat ini bekerja secara terus menerus bahkan ada yang harus melayani 24×7x12 karena memang mission critical.
Seluruh perangkat ini tentu menghasilkan panas yang cukup tinggi. Karena itu ruang data center dikondisikan dingin. Selain untuk meredam pancaran panas yang dihasilkan oleh perangkat, kondisi dingin juga diciptakan agar perangkat tetap dalam kondisi dingin. Karena ada beberapa perangkat yang sensitip terhadap panas. Perangkat jenis ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi panas peripheralnya, sehingga jika mendeteksi panas sudah terlalu tinggi (overheat) akan menghentikan operasinya atau bahkan melakukan self-shutdown.
Tapi kondisi yang terlalu dingin juga bukan sesuatu yang bagus. Menjaga di kondisi 0′ celcius tentu hanya akan membuat datacenter menjadi sebuah freezer raksasa. Kondisi terlalu dingin hanya akan menghasilkan embun di dalam perangkat. Embun ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan hubungan singkat listrik.
Kelembaban adalah persentasi jumlah air dalam udara. Kelembaban ini terkait dengan suhu. Semakin rendah suhu, umumnya akan menaikkan nilai kelembaban.
Data center sebaiknya dijaga di suhu 22′ C (72′ F) agar perangkat dapat bekerja secara optimal tapi tidak mencapai overheat. Untuk tingkat kelembaban sebaiknya dijaga pada nilai 45%.
Yang paling efektif sebenarnya adalah dengan membeli perangkat yang memancarkan sedikit panas. Perangkat harus mampu untuk tetap dingin walaupun sedang dalam beban yang tinggi. Jadi tekniknya adalah dengan mendinginkan perangkat, bukan mendinginkan ruangan.(ir.wp)
Tags: Teknologi Informasi
6 tanggapan so far ↓
peyek // Selasa, 3 April 2007 pada 15:45 |
baik lagi kalo ada foto dat center ya… soalnya nggak pernah tahu kayak apa ruangan data center itu
Indra // Kamis, 5 April 2007 pada 7:47 |
Kalau mo lihat contohnya bisa ke:
Sanity Technology, data center perusahaan hosting. Atau data center nya 365 hosting.
Datacenter di University of Utah.
Atau yang dahsyat, lihat proyek Blackbox -nya Sun microsystem. Datacenter di sebuah kontainer. Ya’ sebuah kontainer, yang kalo disini dipakai buat masukin barang selundupan.
kirtkux // Senin, 9 April 2007 pada 11:41 |
Maaf pak, saya bisa tau dapat referensinya darimana?. Terima kasih.
Indra // Senin, 9 April 2007 pada 12:29 |
Data diatas di ambil dari whitepaper Continuous Cooling is Required for Continuous Availability terbitan Uptime Institute. Silakan di donlot.
Virtualisasi « Indra Riawan // Jumat, 31 Oktober 2008 pada 14:08 |
[...] server di datacenter menjadi alasan utama virtualisasi. Biaya listrik yang mahal untuk catudaya dan pendinginan mengakibatkan pengelolaan banyak server menjadi tidak murah. Virtualisasi memudahkan [...]
ahmad syibli // Minggu, 13 September 2009 pada 10:58 |
ada persamaan yang menghubungkan antara suhu dengan kelembaban gak?