Masukan dari April 2007
Minggu, 29 April 2007 · & Komentar
Teller adalah jajaran terdepan perusahaan di bidang keuangan dan perbankan. Transaksi tunai banyak terjadi di sini, mulai dari setoran, tarikan, transfer. Sejak awal tahun 2007 ini ada yang baru di teller Bank Permata.
Pada saat melakukan setoran tunai, kita tidak perlu lagi mengisi formulir setoran seperti biasanya. Kita langsung datang ke teller, sebut nomor rekening, setelah teller mengatakan nama pemilik rekening kita sebutkan nilai yang disetor. Selanjutnya teller akan memberikan nota transaksi. Jika seluruh informasi sudah benar nasabah tinggal menyatakan persetujuannya dengan menandatangani nota itu sambil menyerahkan uangnya. Teller akan mencetak nota yang sama sekali lagi, menandatangani dan menyerahkan nota yang kedua kepada nasabah.
Banyak sekali penghematan yang dilakukan dengan perubahan ini. Bank Permata tidak perlu mencetak formulir setoran yang biasanya seukuran kertas A5 itupun masih harus rangkap 2-3 lembar. Kertas kertas ini cukup diganti dengan kertas nota yang biasa kita dapatkan dari supermarket. Bank Permata juga tidak perlu menyediakan passbook yang harganya bisa mencapai 10-12 juta rupiah per unit tapi cukup diganti dengan POS printer yang berharga 2-4 juta rupiah. Untuk buku tabungan, tabungan Permata memang tidak menggunakan buku tabungan tapi menggunakan rekening koran yang dikirim ke alamat nasabah setiap bulan.
Nasabah tidak perlu lagi mengisi formulir setoran misalnya, nomor rekening, nilai transaksi, tandatangan sebagai tanda persetejuan. Bahkan tidak jarang berisi data yang redundan, misalnya cabang transaksi, tanggal transaksi, nama pemilik rekening, jenis matauang, jenis setoran, jenis rekening, jenis transaksi atau terbilang dari nominal transaksi. Dengan tidak mengisi formulir setoran, nasabah sudah menghemat waktu 3-4 menit untuk melakukan transaksi.
Jika menggunakan formulir setoran, kemungkinan kesalahan pada pembacaan tulisan formulir setoran maka pada model yang tidak menggunakan formulir ini kemungkinan kesalahan terjadi pada pengejaan nomor rekening dan penyebutan nominal. Pada nasabah yang cadel akan kesulitan harus menyebut nominal 876.000 (terbilang: delapan ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).
Dimasa seperti sekarang, dimana nilai spread (rentang selisih) bunga pinjaman dan tabungan tidak terlalu jauh, diperlukan inovasi inovasi agar tetap bertahan di persaingan bisnis perbankan.(ir/wp)
Kategori: Bank
Ditandai: Bank
Kamis, 26 April 2007 · & Komentar
Koran Kompas Kamis minggu lalu memasang iklan rekrutmen untuk perwira polisi. Yang agak beda dari rekrutmen polisi sebelumnya adalah syarat pendidikan. Tahun ini Akademi Kepolisian hanya akan menerima sarjana lulusan S1 dan S2. Selain itu, akpol juga menerima bintara polisi untuk mendaftar jadi perwaira asalkan mempunyai ijasah S1 atau S2. Ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dimana akpol hanya menerima lulusan SMA untuk dididik selama 4 tahun agar menjadi perwira polisi.
Akpol menjanjikan bahwa lulusannya dari jalur S1 dan S2 ini akan tetap dapat menjadi kepala kesatuan wilayah (kapolsek, kapolres, kapolwil, kapolda) dan jabatan strategis lain.
Proses pendaftaran dimulai tanggal 18 April sampai dengan 25 Mei 2007. Proses pendidikan dimulai tanggal 1 Agustus 2007 di Akpol, Semarang. Akpol mensyaratkan IPK 2,5 untuk lulusan S1 dan 2,75 untuk lulusan S2. Usia maksimum pedaftar dari umum adalah 25 tahun untuk S1 dan 27 tahun untuk S2. Sedangkan anggota polisi yang ingin mendaftar maksimal berusia 26 tahun untuk S1 dan 28 tahun untuk S2.
Ini mungkin usaha polisi untuk menjadi lebih baik. Dengan cara ini polisi bisa mendapatkan perwira dengan pendidikan lebih baik. Selain itu anggaran pendidikan polisi untuk mendidik anggotanya dapat dikurangi. Karena polisi tidak lagi membiayai proses pendidikan keahlian yang terkait pekerjaan. Karena masysrakat sendiri yang membiayai biaya pendidikan di jalur S1 dan S2 nya. Jadi lembaga hanya akan memberikan pendidikan dasar kepolisian dan pendidikan kejuruan sesuai dengan minat siswanya.
Dulu pernah ada pemikiran untuk hanya menerima minimal S1 untuk tingkat perwira. Sedangkan untuk tingkat bintara minimal D3. Dan bagi lulusan SMA hanya bisa bergabung menjadi agen agen polisi di tingkat tamtama. Mungkin cara polisi merekrut anggotanya bisa ditiru oleh Depdagri sehingga keberadaan sekolah asisten bupati itu tidak diperlukan lagi. Rasanya para asisten bupati bisa direkrut dari perguruan tinggi yang juga banyak meluluskan Sarjana Ilmu Pemerintahan.(ir/wp)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Berita
Selasa, 24 April 2007 · & Komentar
Bencana dapat merugikan bahkan menghentikan aktivitas bisnis sebuah perusahaan karena fasilitas TI tidak dapat digunakan. Bencana meliputi kebakaran, banjir, gempa atau kejadian lain yang menimbulkan bahaya bagi manusia.
Ketika banjir besar di Jakarta Pebruari 2007 kemarin, sentral telepon Telkom di Semanggi sempat tenggelam dan tidak dapat digunakan selama beberapa hari. Bagaimana jika seandainya perusahaan memiliki server yang di-hosting di Telkom Semanggi? atau jaringan data antar kantor hanya mengandalkan jaringan dari Telkom yang kebetulan melewati sentral Semanggi? Berapa besar kerugian perusahaan karena tidak dapat menjalankan bisnisnya? atau Berapa besar kerugian karena perusahaan tidak dapat melakukan konsolidasi dengan cabang?
Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh bencana perlu disusun sebuah rencana pemulihan dari bencana atau lebih dikenal dengan Disaster Recovery Plan(DRP). Dalam scope kecil, bagian TI dapat menyiapkan rencana DRP untuk layanan TI saja. Misalnya, kesiapan server backup, ketersediaan telepon cadangan jika jalur komunikasi utama mati. Dalam skala yang lebih besar perusahaan dapat menyiapkan DRP secara menyeluruh. Mulai dari ketersediaan personel, ruang kerja pengganti, hingga prosedur manual yang akan dikerjakan jika sistem otomatis tidak dapat berjalan.
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan dalam penyusunan DRP:
(lagi…)
Kategori: Teknologi Informasi
Ditandai: drp, linkedin, Teknologi Informasi, Tutorial
ROOT adalah superuser di sistem berbasis unix. Apa jadinya jika kita, atau siapapun yang memegang password ROOT, kelupaan?
AIXFAQ memberikan langkah langkah untuk merubah password tanpa mengetahui password sebelumnya. Trik ini juga dapat digunakan untuk meng-hack AIX. Kita hanya memerlukan instalation cd AIX.
Berikut langkahnya:
- Lakukan reboot dan boot ke instalation cd.
- Pada menu utama/ instalation menu pilih 4, “Start a limited function maintenance shell”.
- Pada prompt # masukan perintah
getrootfs hdiskN
N adalah lokasi disk dimana system berada.
- Dan selanjutnya kita bisa mendapatkan prompt root ‘#’ pada single user mode.
- Edit /etc/security/passwd. Hapus tiga bari dibawah root yaitu: password, update time, flag. Simpan kembali.
- Lalu pada prompt, masukkan password baru untuk root.
- Langkah terakhir, reboot ke normal mode .
Trik ini belum diujicobakan.(ir.wp)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Aix, Tips
Senin, 16 April 2007 · 1 Komentar
Pada mesin RISC /6000 umumnya ada sebuah LED display pada panel depan yang biasa disebut sebagai operator panel . Display ini hanya akan memberikan informasi ketika mesin sedang dalam proses boot. Ketika mesin sudah operation justru display ini tidak menampilkan tulisan apapun. Atau ketika mesin mati, display justru akan menampilkan kode ‘OK’.
Sistem AIX yang di pasang pada mesin RISC menampilkan rangkaian kode kode yang membantu kita mendeteksi jika terjadi kegagalan ketika proses boot.
Berikut adalah rangkaian kode LED ketika proses boot:
(lagi…)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Aix, linkedin, Tutorial
Kamis, 5 April 2007 · & Komentar
Kendaraan Di Jakarta umunya menggunakan format
B-JKKK-XY
Blok JKKK adalah kombinasi angka 0-9 dalam berbagai variasi. Suffix XY adalah kombinasi huruf a-z dalam berbagai variasi.
(lagi…)
Kategori: Jakarta
Ditandai: Jakarta, Motor, Tutorial