Kendaraan Di Jakarta umunya menggunakan format
B-JKKK-XY
Blok JKKK adalah kombinasi angka 0-9 dalam berbagai variasi. Suffix XY adalah kombinasi huruf a-z dalam berbagai variasi.
JKKK
- Satu Digit (B1 – B9)
Digunakan oleh kendaraan dinas jajaran kepala daerah DKI Jakarta, dari Gubernur , Kepala DPRD , Kepala Kejaksaan beserta istri. Pada periode 2004 – 2005, B-1 dan B-2 pernah digunakan sebagai tanda mobil dinas presiden dan wakil presiden. Tapi kemudian pada tahun 2006, mobil dinas presiden kembali menggunakan RI-1, RI-2 dan RI-3, RI-4. - Dua Digit (B10 – B99)
Blok dua digit dengan tanpa suffix digunakan oleh kendaraan dinas menteri. - JKKK Tiga Digit (B100 – B999)
Digunakan oleh kendaraan sipil yang ingin mendapat nomor pilihan. Pemilihan nomor ini biasanya terkait nomor cantik atau kombinasi yang bisa dibaca, misalnya selebriti Indra Bekti memilih BEGTI(B-367-I), atau kata BIG-GUY (B-166-UY). Kombinasi nomor ini bisa dipesan ke Samsat dengan membayar sejumlah uang. - Empat Digit, Dengan Awalan 4, 5, 6
Digunakan untuk menandai kendaraan bermotor roda dua. Tapi ada juga motor yang yang menggunakan awalan 7. Dulu ada rencana untuk memindahkan motor berawalan 7 (B-7NNN-**) ke berawalan 6 dengan menambah satu karakter lagi di suffix (B-6NNN-N**) tapi dijalan masih sering kita jumpai motor dengan awalan 7. - Empat Digit, Dengan Awalan 7
Blok (B-7KKK-**) dialokasikan untuk kendaraan bis sedang maupun bis besar, baik berpelat hitam, kuning, maupun merah. Dari Isuzu Elf, kopaja, sampai PPD menggunakan alokasi ini. Hanya saja, masih ada motor dan kendaraan kecil pribadi yang menggunakan blok ini. - Empat Digit, Dengan Awalan 9
Blok (B-9KKK-**) ini dialokasikan untuk kendaraan pickup dan truk kecil, sedang, maupun besar baik menggunakan pelat hitam, kuning maupun merah. Dari Suzuki Carry PU, Ford Ranger, Hummer, Truk, Tronton, sampai kontainer menggunakan blok ini. - Empat Digit, Dengan Awalan 1, 2, 3, 8
Blok (B-[1,2,3,8]KKK-**) digunakan oleh kendaraan pribadi. Tapi ada juga kendaraan pribadi yang menggunakan awalan 7 (B-7KKK-**).
XY
Adalah kombinasi dari huruf A-Z yang terdiri dari 1, 2, atau bahkan 3 huruf. Kendaraan umumnya menggunakan kombinasi 2 huruf. Untuk motor yang tahun STNK nya setelah tahun 2003, umumnya menggunakan kombinasi 3 huruf.
Kombinasi ini digunakan sebagai kode lokasi/asal kendaraan. Misalnya daerah Depok dan sekitarnya menggunakan suffix U*, atau daerah Tangerang menggunakan *C.
Tapi ada juga yang digunakan untuk pengkodean, misalnya *Q dipakai untuk kendaraan dinas baik berpelat merah maupun hitam.
Suffix B* juga digunakan untuk keperluan khusus.
BS digunakan untuk kendaraan pejabat sipil, atau mantan pejabat sipil.
BP digunakan untuk kendaraan pejabat atau petugas kepolisian.
BD digunakan untuk kendaraan petinggi, atau keperluan angkatan darat.
BL digunakan untuk kendaraan petinggi, atau keperluan angkatan laut.
BU digunakan untuk kendaraan petinggi, atau keperluan angkatan udara.
BH digunakan untuk kendaraan petinggi, atau keperluan departemen hankam.
Masih ada satu blok lagi yang tidak menggunakan aturan JKKK-XY. Tapi menggunakan format KKKKK-KK, yakni menggunakan 5 kombinasi angka ditambah dengan 2 kombinasi angka lagi. Dua angka terakhir ditulis lebih kecil dan agak naik. Blok ini digunakan oleh kendaraan lembaga internasional yang ada di Jakarta.
Tags: Motor
14 tanggapan so far ↓
osinaga // Selasa, 1 Mei 2007 pada 9:36 |
mas, kalo di jalan saya perhatiin kadang ada plat mobil ngga ada seri belakangnya (suffix XY) nya itu masuk jenis mana ya?
Indra // Selasa, 1 Mei 2007 pada 12:28 |
Iya, saya sering liat juga tuh. Cuman belum tau, blok tanpa suffix ini dipakai sama siapa.
Berganti Nomor Polisi « Indra Riawan // Selasa, 18 September 2007 pada 11:52 |
[...] saya ini. Nomor yang ada di motor saya diberikan oleh polisi. Seharusnya polisi yang memperbaiki sistemnya agar tidak ada prefix 7 yang digunakan oleh motor. Sedangkan motor yang sudah menggunakan prefix 7 [...]
Membaca Nomor Registrasi Gerbong Kereta « Indra Riawan // Rabu, 10 Oktober 2007 pada 12:50 |
[...] artikel lain: Membaca Nomor Polisi Kendaraan Jakarta [...]
zaenal // Rabu, 7 November 2007 pada 18:32 |
kalau pada kendaran dinas, satu huruf yang bersama Q apakah menandakan dari instansi mana?
thanks
Indra // Kamis, 8 November 2007 pada 12:07 |
Rasanya, tidak. Jika digunakan untuk informasi instansi asal, hanya akan tersedia 24. Sedangkan jumlah lembaga pemerintah (departmen dan non departemen) bisa lebih dari itu. Jika kita lihat daftar kendaraan yang dimiliki DPU, juga tidak menunjukkan hal itu.
deni 081574002244 // Selasa, 5 Februari 2008 pada 14:52 |
so tsau lo yee ……………………………..hehe he he he he he
max nasse // Jumat, 13 Juni 2008 pada 17:43 |
heheh
infonya boleh juga
besok-besok liatin flat nomor mobil orang deh..
Rio // Senin, 1 Desember 2008 pada 15:59 |
BS digunakan untuk kendaraan pejabat sipil, atau mantan pejabat sipil.
Kalau sekarang Nomor plat Pejabat-pejabat satu persatu ganti huruf dari BS ke RFS, kalau boleh saya tau apa arti singkatan RFS itu???
Indra // Rabu, 10 Desember 2008 pada 12:15 |
Oh udah jadi RFS, ya. Baru tahu. Thanks.
ami // Kamis, 25 Desember 2008 pada 20:43 |
mas mu nanya, nomor mobil “B 2424 DY” itu daerah mana ya?? yang punya mobil tu dah nipu saya senin kemaren, hiks…. 900 ribu….
ami // Jumat, 26 Desember 2008 pada 10:16 |
ralat.. bukan nipu, tapi minjem uang, ampe sekarang blom dibalikin.. nomornya masih aktif, tapi gak pernah mau balas sms..
rakin // Jumat, 20 Februari 2009 pada 14:38 |
Ada lagi mas nomor bodong
gino // Jumat, 20 Februari 2009 pada 14:42 |
Di tempat aku banyak mobil hasil curian ketangkep trus disewain deh dan pakai nomor bodong, aman aman saja