Indra Riawan

Lowongan Perwira Polisi

Kamis, 26 April 2007 · & Komentar

Koran Kompas Kamis minggu lalu memasang iklan rekrutmen untuk perwira polisi. Yang agak beda dari rekrutmen polisi sebelumnya adalah syarat pendidikan. Tahun ini Akademi Kepolisian hanya akan menerima sarjana lulusan S1 dan S2. Selain itu, akpol juga menerima bintara polisi untuk mendaftar jadi perwaira asalkan mempunyai ijasah S1 atau S2. Ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya dimana akpol hanya menerima lulusan SMA untuk dididik selama 4 tahun agar menjadi perwira polisi.

Akpol menjanjikan bahwa lulusannya dari jalur S1 dan S2 ini akan tetap dapat menjadi kepala kesatuan wilayah (kapolsek, kapolres, kapolwil, kapolda) dan jabatan strategis lain.

Proses pendaftaran dimulai tanggal 18 April sampai dengan 25 Mei 2007. Proses pendidikan dimulai tanggal 1 Agustus 2007 di Akpol, Semarang. Akpol mensyaratkan IPK 2,5 untuk lulusan S1 dan 2,75 untuk lulusan S2. Usia maksimum pedaftar dari umum adalah 25 tahun untuk S1 dan 27 tahun untuk S2. Sedangkan anggota polisi yang ingin mendaftar maksimal berusia 26 tahun untuk S1 dan 28 tahun untuk S2.

Ini mungkin usaha polisi untuk menjadi lebih baik. Dengan cara ini polisi bisa mendapatkan perwira dengan pendidikan lebih baik. Selain itu anggaran pendidikan polisi untuk mendidik anggotanya dapat dikurangi. Karena polisi tidak lagi membiayai proses pendidikan keahlian yang terkait pekerjaan. Karena masysrakat sendiri yang membiayai biaya pendidikan di jalur S1 dan S2 nya. Jadi lembaga hanya akan memberikan pendidikan dasar kepolisian dan pendidikan kejuruan sesuai dengan minat siswanya.

Dulu pernah ada pemikiran untuk hanya menerima minimal S1 untuk tingkat perwira. Sedangkan untuk tingkat bintara minimal D3. Dan bagi lulusan SMA hanya bisa bergabung menjadi agen agen polisi di tingkat tamtama. Mungkin cara polisi merekrut anggotanya bisa ditiru oleh Depdagri sehingga keberadaan sekolah asisten bupati itu tidak diperlukan lagi. Rasanya para asisten bupati bisa direkrut dari perguruan tinggi yang juga banyak meluluskan Sarjana Ilmu Pemerintahan.(ir/wp)

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai:

11 tanggapan so far ↓

  • osinaga // Jumat, 27 April 2007 pada 9:45 | Balas

    terobosan yang bagus. impactnya mudah2an polri akan lebih baik karna background pendidikannya lebih beragam sehingga wawasannya jg lebih luas. kalo selama ini kan lulus Akpol ambil S1 (umumnya Drs.) di PTIK jadi ilmu homogen dan itu-itu saja. Jadi ga heran kalo perwira polri dijamin 95% pasti ada gelar Drs. nya :) o ya kalo gitu usul PTIK dihapus aja sekalian kan input perwiranya dah pada S1/S2 smua tuh .. lumayan menghemat anggaran polri biar ga nyari2 “sampingan” lagi :)

  • Indra // Jumat, 11 Mei 2007 pada 10:27 | Balas

    Harapannya sih begitu. Polisi berubah menjadi lebih baik.

    Kalo PTIK, kalo nggak salah, emang sekolah lanjutannya AKPOL. Denger denger sih menjadi syarat naek pangkat ke AKP (setara Mayor TNI). Jadi keberadaannya setengah memaksa.

  • Puti // Selasa, 15 Mei 2007 pada 13:36 | Balas

    Baguslah ada terobosan seperti itu. Saya sangat mendukung. Kalo perlu ada yang S3 shg semakin berkualitas (tentunya, ya ambil yang bagus dong !).
    Salut kepada Kapolri yang memprakarsai ide tsb walaupun saya yakin yang tidak terima dengan gebrakan tsb pasti tidak sedikit pula. Sebanyak orang yang suka, sebanyak itu pula yang tidak suka.
    Tetap maju terus! Selama niat itu baik pasti akan berjalan dengan baik pula.

  • (masih) tentang ipdn « Oktavianus Sinaga // Kamis, 14 Juni 2007 pada 12:55 | Balas

    [...] sedangkan yg non gelar (akademi/D3 ?) justru masuk IIP (institut). mungkin maksudnya mau meniru metode akademi kepolisian sekarang dimana calon mahasiswa nya harus sudah S1. setidaknya secara psikologis emosional memang lulusanan [...]

  • ardians // Rabu, 7 November 2007 pada 17:29 | Balas

    Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kualitas deh pak. Siap grak!

  • dody // Rabu, 19 Maret 2008 pada 12:54 | Balas

    Akpol baru. kedepannya gmana..senior, junior sudah pasti hilang. orang seperti mereka yang mantan mahasiswa sudah terbiasa hidup bebas tanpa aturan. jadinya susah diatur..diatur aja susah apalagi disuruh hormat ma senior..Pass..

  • sam setyaki // Selasa, 27 Mei 2008 pada 11:21 | Balas

    bagus lah..tapi kalau bisa batas umur ditambah minimal untuk s1 28 atau 30, tanpa mengurangi seleksi porsi fisik, jadi pengalaman dan kedewasaan nantinya ikut berperan dalam kesatuan.

  • Adityo H.B // Rabu, 3 Desember 2008 pada 16:09 | Balas

    setuju tp kl bs utk mendaftar akpol tes buta warnanya dihilangkan,,krn bkn krn buta warna trus seseorang jd tdk bs masuk & hrs digeser bgitu saja..tq

  • janhar adi saputra // Kamis, 25 Juni 2009 pada 12:24 | Balas

    tlong bapak kapolri berantas kasus suap dilingkungan kepolisian…….karena di lembaga ini dinilai baxk melakukan kecurangan di dalam proses penerimaan polisi

  • fatkhur rohman // Kamis, 26 November 2009 pada 0:01 | Balas

    knp see pak..tamatan SMA tdk bs menjadi anggota polisi lg,,,knp jg harus di hapus di ganti dengan yng sarjana khan bnyk orang yng gak bs ngelanjutin sekolah ke jenjeng yng lbh tinggi lg,,, tp ada keinginan menjadi POLISI,,
    TOLONG pak di beri kesempatan buat tamatan SMA tuk bs menjadi POLISI….thanks

  • Bambang Murcito, ST // Minggu, 6 Desember 2009 pada 20:43 | Balas

    kapan pak ada penerimaan perwira polisi sumber sarjana 2010….???

Tinggalkan sebuah Komentar