Orangtua dengan anak usia 2-4 tahun mungkin mulai bertanya tanya. Apakah anaknya akan didaftarkan ke taman bermain atau kelompok bermain (KB) atau playgroup (PG) sekarang atau tahun depan. Sekolah untuk anak usia ini tergolong sebagai pendidikan anak usia dini (PAUD) sehingga tidak ada batasan jelas usia anak sekolah untuk memulainya. Beberapa sekolah bisa menerima anak anak dengan usia 2,5 tahun beberapa sekolah lain tidak memberikan persyaratan umur.
Perkembangan fisik, sosial, emosi anak lebih menentukan kesiapannya untuk memulai KB. Karena mulai belajar di KB berarti anak sudah mulai harus disiplin untuk datang ke sekolah, mengikuti program sekolah yang terstruktur dan belajar dengan anak anak yang lain. Sebagian dari kita merasa bahwa anak sudah cukup siap untuk KB karena kita beranggapan dia sudah bisa melakukan ini dan itu.
Patricia Henderson Shimm, dari Barnard College Center for Toddler Development memberikan panduan untuk melihat kesiapan anak memulai KB.
Apakah dia cukup mandiri?
Dia sudah harus bisa melakukan beberapa hal sendiri, misalnya cuci tangan, makan, minum dan ke toilet. Beberapa KB tidak memperkenankan anak memakai diapers sehingga menuntut anak untuk bisa ke toilet sendiri. Kemandirian anak sangat dituntut bahkan ada juga yang tidak memperkenankan orangtua memberi bantuan selama anak di lingkungan KB.
Apakah dia sudah biasa terpisah dengan orangtuanya?
Anak anak yang ditinggal kedua orangtuanya bekerja biasanya lebih siap mengikuti KB. Dia biasa dirumah sendiri dengan pengasuhnya. Tapi anak anak yang sehari hari diasuh oleh ibu atau bapaknya, akan sedikit kesulitan. Anak anak ini biasanya lebih kolokan. Untuk memulai KB, anak anak ini bisa sedikit sedikit ditinggal orangtuanya. Pertama mungkin harus ditunggu sepanjang ahri. Hari berikutnya ditinggal keluar ruangan beberapa saat lalu kembali. Hari berikutnya bisa ditinggal lebih lama lagi.
Apakah dia sudah bisa mengerjakan sesuatu sendiri?
Sama halnya dengan kemandirian. Di KB diharapkan anak anak sudah bisa mengerjakan semua sendiri, tanpa bantuan dari orang dewasa. Perhatikan, apakah dirumah dia sudah terbiasa menggambar atau bermain sendiri tanpa keikutsertaan orang tua?
Apakah dia siap bermain dengan kelompok?
Anak usia 2-3 tahun umumnya sudah mulai melewati masa pengenalan lingkungan. Setelah melewati masa pengenalan rumah dan keluarga dekatnya, dia mulai bergaul teman temannya di sekitar rumah. Di KB sebagian besar permainan dan pembelajaran dilakukan secara berkelompok, pastikan dia sudah melewati masa ini agar tidak anak tidak mengalami kesulitan di lingkungan barunya.
Apakah dia sudah terbiasa melakukan sesuatu secara teratur?
KB ada pengenalan paling awal dengan sistem sekolah. Di sekolah anak anak harus mengikuti seluruh peraturan yang ada di sekolahnya. Anak mulai diajak untuk berdisiplin dengan jadwal pembelajaran yang sudah ditentukan. Kapan saatnya bermain di luar, bagaimana supaya anak bergiliran menggunakan perosotan, bagaimana ketika teman yang lain atau pembimbing sedang berbicara, bagaimana setiap pagi dia harus berangkat ke KB.
Apakah dia mempunyai cukup stamina?
Kegiatan sehari hari di KB sangat melelahkan, bahkan bagi kita orang tua. Untuk itu anak dituntut untuk memiliki stamina yang cukup untuk ikut serta. Perhatikan juga jadwal tidurnya. Apakah dia terbiasa tidur siang di jam jam aktifitasnya KB? Perhatikan jadwal bangun paginya, apakah dia sudah terbiasa bangun pagi atau baru bangun jam 11 siang?
Mengapa kita ingin agar dia mulai KB?
Ini terkait dengan alasan orang tua untuk memulai KB. Apakah orangtua berpikir agar dia secepatnya ke KB lalu ke TK dan memulai SD lebih awal? Ataukah karena orangtua sudah tidak sanggup dengan ‘kebandelan’ nya dirumah lalu mengirimnya ke KB? Atau orangtua melihat si anak sudah sangat ingin belajar hal hal baru dan menarik yang tidak lagi dia temukan di rumah? Atau orangtua berpikir agar anak lebih berinteraksi dengan anak lain di luar kesehariannya sambil?
Tapi jika kita runut batasan usia sekolah dari SD kita mungkin bisa menemukan formulanya. Jika anak usia 6 tahun diharuskan mulai belajar di SD. Lalu masa belajar di taman kanak kanak (TK) adalah 2 tahun. Dan masa belajar di KB bervariasi antara 1 dan 2 tahun. Maka KB bisa dimulai di umur 2 atau 3 tahun. Di Amerika, sebagian besar orangtua memulai preschool di usia 3 tahun lalu memulai TK di usia 5 tahun.(ir/wp)
artikel lain:
Ulasan Tayangan TV Untuk Balita
Mainan Untuk Anak 2 Tahun
TV Untuk Balita Anda
8 tanggapan so far ↓
edratna // Senin, 9 Juli 2007 pada 20:39 |
Anak bungsu saya mulai TK kelas 2,5 tahun. Ibu guru cuma pesan, jangan dipaksa jika sewaktu-waktu mogok, biarkan saja. Ternyata anak saya tak pernah mogok…cuma suka menangis, dan kalau menangis terus mengompol. Jadi selalu dibawakan baju lengkap disimpan di kloter. Karena sering menangis, dan terus ngompol, diancam bu Guru, kalau dia nangis lagi akan disuruh ngepel lantai pake baju sendiri…ehh lha kok terus ga pernah nangis lagi.
Karena masih terlalu muda, akhirnya si bungsu TK nya 3 tahun…dan dia nyaman2 aja…Jadi tak masalah mulai masuk sekolah umur 2,5 tahun, awalnya si mbak tangannya harus terlihat di jendela..lama2 setelah punya teman, dia udah berani ikut jemputan sendiri.
Yoke // Jumat, 11 September 2009 pada 23:30 |
Kasus anakku (NIndy, 3 thn) hampir mirip sama mbak. Tapi anakku agak lebih bandel. Dia tidak takut dengan ancaman.
Baru 3 minggu dia masuk preschool. Untuk banyak hal dia sudah sangat mandiri, hanya untuk ke toilet, ini yg jadi masalah.
Jika di rumah, dia tidak pernah mengompol lagi, tapi entah kenapa jika disekolah sering sekali kebobolan. Sampai pusing aku dibuatnya.
Dia selalu say sorry, dan janji kalo pipis di toilet, tapi sayangnya cuma sekedar janji.
Cara apalagi ya yg harus saya tempuh? Gurunya pun bilang sudah seringkali menawarkan, tapi Nindy selalu menolak dan nangis, apakah karena terlalu asyik main ya? Aku sedang bingung, apakah harus konsultasi ke dokter atau psikolog, atau ada cara lain?
Tolong share sarannya ya mbak. Terima kasih…
Indra // Rabu, 11 Juli 2007 pada 12:51 |
Waaah, sampe di ancem bu Gurunya. Tapi kadang memang ancaman ampuh juga.
Iya nih, Bu’. Yang agak merepotkan kalo anak kita lahirnya nanggung, akhir tahun sedangkan masa sekolah dimulai tengah tahun. Kedua anak saya lahir bulan akhir tahun, yang gampang anak bung Oktav kemarin. Enaknya gimana ya? Lebih muda setengah tahun atau lebih tua setengah taun?
Jenis Program Preschool « Indra Riawan // Selasa, 17 Juli 2007 pada 9:07 |
[...] ← Kapan Saat Yang Tepat Untuk Mulai Preschool ? Voli Agustusan [...]
Memilih Taman Kanak Kanak « Indra Riawan // Jumat, 25 Juli 2008 pada 19:08 |
[...] sekolah atau guru. Tanyakan mengenai metode belajar yang diterapkan. Konsultasikan juga tentang usia masuk dan kemudahan untuk mendapat kursi di tingkat berikutnya/sd. Beberapa sekolah mengharuskan anak [...]
irma // Kamis, 29 Januari 2009 pada 16:58 |
Apakah anak usia 5 tahun tidak terlambat untuk masuk TK??? karena anak saya sekarang usia nya 4 tahun belum mau sekolah…. padahal saya sudah mengenalkan dan membawa dia ke TK yang mungkin dia sukai. Jadi rencana saya lebih baik di tahun depan saja mulai masuk TK nya??? tetapi teman – teman dan saudara banyak yg menyarankan tahun ini dia sebaiknya masuk sekolah??? gimana ya???
Indra // Jumat, 30 Januari 2009 pada 13:44 |
Mungkin bisa mulai tahun ini, sehingga nanti bisa ke sd pada umur 6th. Beberapa SD (terutama yang negeri) mensyaratkan umur setidaknya 6th.
Bisa juga dimulai tahun depan tapi langsung ke tk-b. Beberapa sekolah memungkinkan loncat kelas.
aprilia // Selasa, 2 Juni 2009 pada 9:55 |
Kalau memilih play group, yang berbasis agama atau umum ? Karena menurut pendapat saya nilai-nilai agama harus ditanamkan sejak dini ???