Masukan dari September 2007
Selasa, 25 September 2007 · 1 Komentar
Sejak adanya krisis ekonomi, pemerintah tidak lagi memberikan jaminan sepenuhnya atas dana yang disimpan oleh masyarakat di bank. LPS -lembaga penjamin simpanan- adalah lembaga yang dibentuk pemerintah untuk menjamin simpanan di bank. LPS beranggotakan seluruh bank yang beroperasi di Indonesia baik bank konvensional, bank syariah sampai dengan bpr.
LPS mendapatkan dana untuk penjaminan dari iuran yang dibayar oleh tiap tiap bank. Masing masing bank peserta membayar premi dua kali setahun yang besarnya 0,1% rata rata saldo dari seluruh total simpanan.
Simpanan yang dijamin berupa tabungan, giro, deposito, sertifikat deposito. LPS memiliki skema penjaminan yang diberlakukan secara bertahap.
-
22 September 2005 – 21 Maret 2006 : Seluruh simpanan dijamin.
-
22 Maret 2006 – 21 September 2006 : Simpanan dijamin sampai dengan IDR 5 milyar.
-
22 September – 21 Maret 2007 : Simpanan dijamin sampai dengan IDR 1 milyar.
-
22 Maret 2007 dan selanjutnya : Simpanan dijamin sampai dengan IDR 100 juta.
(lagi…)
Kategori: Bank
Ditandai: Bank, Berita
Senin, 24 September 2007 · & Komentar
Paranoid -ketakutan tanpa sebab jelas- sering terjadi pada anak. Takut gelap, anjing, badut ,suara keras, takut kepada monster adalah beberapa diantaranya. Ketakutan ini muncul karena mereka pernah mengalami trauma atas situasi tertentu. Misalnya, anak yang takut gelap mungkin pernah berada di kamar sendiri ketika lampu padam. Atau anak yang menolak tidur karena takut monster jahat akan mendatanginya, mungkin terlalu banyak menonton tv yang banyak menampilkan monster atau hantu hantuan.
Rasa takut adalah normal terjadi pada anak. Ketakutan itu tidak akan menghilang jika hanya mengabaikannya saja. Rasa takut ini dapat menghilang dengan sendirinya, jika anak anak sudah merasa semakin aman. Selanjutnya apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mengurangi rasa takut?
Mengetahui ketakutan yang dirasa anak anak mungkin sesuatu yang aneh dan lucu bagi orangtua. Bagaimana mungkin mereka bisa takut anjing, badut atau monster. Cobalah untuk mencari tahu apa penyebab ketakutannya. Apa kejadian yang menyebabkan dia menjadi demikian. Dengarkan ceritanya, dan jangan pernah menertawakan ceritanya. Bangkitkan semangatnya dengan mengatakan kepadanya bahwa semua orang punya rasa takut, dan itu normal. Jika dia sudah menceritakan rasa takutnya, jangan pernah mengumbar cerita itu, terutama ke teman temannya. Karena itu hanya akan membuatnya menjadi bahan ejekan.
Lakukan aktifitas yang dapat mengenalkannya pada obyek yang ditakuti. Misalnya takut anjing, ajaklah dia menggambar anjing atau menonton acara anjing untuk menyampaikan bahwa tidak semua anjing jahat dan harus ditakuti. Atau jika anak takut gelap, cobalah menyalakan lampu ketika dia berangkat tidur. Jika lampunya terlalu terag, ganti dengan lampu yang lebih redup.
Jika orangtua juga mempunyai rasa takut atas sesuatu, sebisa mungkin jangan menceritakan hal ini padanya. Menceritakan ketakutan hanya akan membuatnya semakin takut.
(lagi…)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Keluarga
Jumat, 21 September 2007 · & Komentar
Popularitas Tukul Arwana melalui empat mata kini semakin semakin naik, bahkan mendekati titik jenuh. Jargon yang paling sering di lontarkan adalah “kembali ke laptop” dalam berbagai versi. Laptop, lebih tepatnya notebook, memang menjadi senjata andalannya. Tukul tidak lagi memegang kertas script seperti pembawa acara lain, tapi cukup membaca tulisan dari Tia -salah seorang tim kreatifnya- yang tampil notebooknya.
Nah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Tukul dan Tia berkomunikasi? Tim kreatif empat mata memanfaatkan teknologi yang dikenal dengan remote desktop. Remote desktop adalah aplikasi yang memungkinkan komputer mendapatkan tampilan desktop dari komputer lain yang terhubung melalui jaringan. Sehingga seolah olah penggunanya berada di depan komputer itu. Jika kita perhatikan di Empat Mata, notebook Tukul yang berbasis Windows XP selalu menampilkan Notepad. Sementara notebook Tia dibelakang panggung juga menampilkan hal yang sama dengan notebook Tukul. Tia cukup menuliskan script ke Notepad di notebook Tukul, dan Tukul dapat segera membacanya saa itu juga, real time. Maka kadang kita lihat Tukul berteriak, “Tiaaa, pertanyaannya mana?” atau “Ini Tia yang nulis lhoh, bukan saya”.
Pertanyaan selanjutnya, aplikasi apa yang digunakan di empat mata? Ada banyak sekali aplikasi remote desktop. Dari yang standar dari Windows XP, sampai yang open source maupun yang harus dibeli dengan harga mahal. Fiturnya juga bermacam macam, dari yang hanya menampilkan desktop sampai yang memiliki fitur transfer file, restart dan shutdown komputer.
(lagi…)
Kategori: Teknologi Informasi
Ditandai: linkedin, Teknologi Informasi
Rabu, 19 September 2007 · & Komentar
Buruknya kualitas acara tv aerial nasional, mendorong kita mencari alternatif saluran yang aman dan sehat untuk keluarga. Berlangganan tv berbayar pun tidak menjadi soal. Televisi aerial adalah siaran tv yang dipancarkan secara cuma cuma ke udara dan ditangkap dengan antena. Tapi pilihan layanan tv berbayar juga sudah banyak sekali. Ada yang menggunakan media kabel adapula yang menggunakan media satelit. Masing masing dengan kelebihan dan kekurangannya.
Tv berbayar dengan media kabel tidak memerlukan peralatan tambahan apapun untuk berlangganan. Sebuah kabel dapat di sharing menjadi beberapa tv, dan masing masing tv dapat memilih acaranya sendiri. Siaran yang dipancarkan masih berupa sinyal analog tapi beberapa sudah menggunakan sinyal digital sehingga kualitas gambar dan suaranya lebih baik. Beberapa provider memberi nilai tambah layanan internet melalui sebuah modem.
Ketersediaan layanannya tergantung jaringan kabel yang dimiliki provider. Jika kabel belum digelar di sebuah daerah, maka daerah itu tidak dapat dilayani. Kendala besar lain adalah keamanan kabel. Kabel yang ditanam ditanah rentan terhadap gangguan dari luar misalnya terputus oleh cangkul atau galian. Kabel yang dibentangkan melalui tiang juga rentan putus disebabkan oleh pohon tumbang.
Layanan tv berbayar dengan media kabel dilayani oleh kabelvision, telkomvision, im2 . Masing masing provider memiliki daerah jangkauan dan tawaran saluran yang berbeda. Periksa ke websitenya untuk informasi lebih detil.
(lagi…)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: linkedin, Tutorial
Selasa, 18 September 2007 · & Komentar
Setelah beberapa hari lalu gagal membayar pajak kendaraan di Samsat Ciputat, hari ini saya berniat ke Samsat BSD untuk membayar PKB dan menyelesaikan perubahan nomor polisi. Samsat Kabupaten tangerang berada di kawasan komersial BSD City.
BSD dapat dijangkau dari Pondok Cabe dengan melalui jalan Pamulang Raya disambung ke jalan Siliwangi (ada juga yang menyebut jalan Puspitek). Setelah melewati perumahan Vila Dago dan Nirwana Serpong akan bertemu perempatan Viktor. Perempatan Viktor adalah persimpangan kecil untuk menuju ke Puspitek & Batan (lurus), perumahan Bukit Dago (Ke kiri) dan jalan tembus ke BSD (ke kanan). Sekitar 3 km dari perempatan akan mulai memasuki kawasan BSD. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menyusuri sekitar 6 km lagi melewati perumahan The Latinos, gerbang tol, perumahan The Green, German Center sampai bertemu dengan Pusat Layanan Masyarakat. Kantor Samsat satu komplek dengan kantor pajak, PLN, Telkom di kawasan ini. Jalan masuknya berada diantara showroom Suzuki dan Auto 2000, tapi jangan kawatir ada petunjuk jalan yang dapat mengarahkan semenjak memasuki kawasan BSD.
(lagi…)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Motor, Tips
Selasa, 18 September 2007 · 1 Komentar
Pajak motor saya habis masa berlakunya bulan ini. Saya berniat mengurus sendiri pembayaran pajaknya, agar dapat merasakan proses yang berjalan lagipula di Ciputat sudah ada cabang kantor Samsat Tangerang. Sekitar jam 8 saya sudah tiba di Samsat Ciputat, sengaja datang pagi agar tetap bisa pergi ke kantor setelah semua urusan selesai. Seperti di kantor layanan masyarakat lainnya, saya tidak menemukan informasi apapun yang bisa membantu. Tidak ada petunjuk aliran kerja yang bisa membantu bagi yang pertama kali datang, seperti saya.
Setelah bertanya ke beberapa orang, akhirnya saya menuju ke loket formulir sebagai tahap awal proses. Dengan menyiapkan fotokopi stnk, fotokopi bpkb, fotokopi ktp, stnk asli, ktp asli dan uang 2ribu sebagai pengganti formulir pendaftaran. Tapi petugas menolak, dengan alasan motor saya ber-prefix 7 dan harus diganti di samsat BSD.
Nomor polisi seharusnya menempel ke kendaraan. Sepanjang kendaraan masih digunakan dan berada di wilayah kepolisian yang menerbitkan. Perubahan terhadap nomor polisi berarti perubahan pula terhadap stnk dan bpkb.
Saya tidak meminta nomor khusus untuk motor saya ini. Nomor yang ada di motor saya diberikan oleh polisi. Seharusnya polisi yang memperbaiki sistemnya agar tidak ada prefix 7 yang digunakan oleh motor. Sedangkan motor yang sudah menggunakan prefix 7 biarkan saja sampai habis berlaku stnknya. Ketika stnknya habis berlaku baru diberikan nomor baru yang seharusnya gratis karena kesalahan dilakukan oleh polisi sendiri.
Tapi kenapa musti saya jadi direpotkan begini.(ir/wp)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Motor
Jumat, 14 September 2007 · & Komentar
Pada tingkepan, acara 7-bulanan di budaya orang jawa, biasanya ditemui berbagai jenis pala-pendem . Pala pendem adalah jenis tumbuhan yang berbuah dibawah tanah, dari singkong, ubi, kacang tanah sampai yang selalu melengkapi, gembili dan kentang hitam. Gembili dan kentang hitam bisa kita temui di pasar, tapi hanya dijual oleh pedagang yang khusus menyediakan keperluan acara jawa.
Gembili adalah jenis umbi yang tumbuh merambat dengan daun berwarna hijau dan batang agak berduri. Buahnya menyerupai ubi jalar dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Berwarna coklat muda dengan kulit tipis.
Umbi gembili biasanya dimasak dengan cara direbus. Kulit gembili yang sudah direbus akan menjadi kering. Umbinya berwarna putih bersih dengan tekstur menyerupai ubi jalar dan rasa yang khas. Menurut informasi Wikipedia, gembili mengandung etanol yang dapat digunakan sebagai bahan baku bio-etanol atau minuman beralkohol.
Sesuai namanya, kentang hitam berwarna hitam gelap seukuran jempol kaki orang dewasa. Umbinya akan berwarna kekuningan setelah direbus. Tekstur dan rasanya umbinya menyerupai singkong
. Informasi dari Wikipedia, kentang hitam juga berkasiat mengobati sakit maag(ir/wp).
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Kampung
Senin, 10 September 2007 · & Komentar
Bagi kita yang setiap hari tidak bisa melepaskan diri dari internet, koneksi internet seolah menjadi sebuah kebutuhan. Di kantor, di rumah, di warung bahkan kita masih mengharapkan koneksi internet ketika sedang dalam perjalanan. Untungnya sekarang sudah berkembang koneksi internet untuk penguna bergerak, atau lebih dikenal dengan mobile internet.
Mobile internet memang sudah jamak digunakan orang. Penyedia layanan komunikasi sudah bisa memenuhi kebutuhan itu. Kita sudah bisa memeriksa email, posting blog, upload foto, atau sekedar posting kron ketika sedang dilanda kemacetan di Jakarta. Tapi bagaimana dengan kendaraan yang bergerak cukup cepat? Misalnya kereta api, atau bis antar kota.
Perusahaan otobis Nusantara rupanya mendengar keinginan para mania internet. Nusantara sedang menyiapkan layanan yang mereka sebut Nusantara Cyber Bus. Layanan ini akan memberikan koneksi internet untuk para penumpang. Sayangnya, layanan ini masih dalam tahap ujicoba. Andai sudah di buka untuk umum, pasti om Tyo sudah borong tiket buat mudik besok.(ir/wp)
Kategori: Teknologi Informasi
Ditandai: Teknologi Informasi
Jumat, 7 September 2007 · & Komentar
Balita sangat senang untuk bergerak ketika memasuki fase merangkak dan belajar jalan. Berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain di rumah sangat menyenangkan bagi mereka. Tapi tahukah kita bahwa ada barang dirumah yang justru membahayakan bagi aktifitas mereka ini. Pintu, meja, tangga, alat elektronik bahkan binatang piaraan pada situasi tertentu dapat membahayakan bagi anak anak.
Bayi atau balita yang sedang merangkak umumnya menyukai berada didekat pintu. Mereka kagum melihat pintu yang dapat bergerak. Mereka bermain dengan membuka dan menutup pintu. Padahal pada saat mereka sedang memainkan pintu ada kemungkinan jari tangan atau kaki akan terjepit dibagian bawah pintu. Jari tangan mereka juga berpotensi tegencet antara pintu dan dinding. Untuk mencegah itu, pintu sebaiknya diganjal sehingga tidak memungkinkan mereka untuk memainkan.
(lagi…)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Keluarga, Tips
Minggu, 2 September 2007 · & Komentar
Kota Nganjuk yang adem-ayem, tiba tiba muncul di detik-inet dengan headline "Nganjuk Menatap Kota Multimedia". Detik-inet menulis, pemkab Nganjuk akan memasang 10 hotspot wifi diantaranya di alun alun, Polres, SAMSAT, IKIP, rumah makan, hotel, DPRD, RSUD, SMAN 1 Nganjuk. Bekerjasama dengan PT Telkom, ide ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan akses TI sebagai sarana pembangunan.
Ide ini lebih mirip ikutan ikutan atau latah teknologi. Nganjuk ingin seperti Jakarta, hotspot tersedia dimana mana dari kafe sampai sekolah. Kota lain yang lebih besar didunia justeru menghentikan program hotspotnya. Chicago, San Francisco, Houston, California mulai memikirkan ulang program wifi karena (sebagian besar) alasan biaya. Surabaya saja sudah mulai menghentikan hotspot gratis dan beralih menjadi layanan berbayar.
Rencana ini dibuat seolah tanpa melihat profil kota. Nganjuk jelas beda dengan Jakarta. Berapa PDB Nganjuk dibanding Jakarta? Berapa banyak warga yang melek internet? Dari yang sudah melek, berapa banyak yang mau membayar untuk mendapatkan akses internet?
Apakah dengan memasang akses wifi sudah berarti menjadi kota multimedia? Definisi sebuah kota disebut kota multimedia seperti apa? Jika akses diberikan gratis, siapa yang akan membayar biaya akses speedy? Jika akses harus berbayar, berapa banyak yang mau membayar untuk wifi?
Mengapa pemda tidak menjual bawang merah, yang menjadi andalan Nganjuk barat, ke seluruh nusantara? Bawang dibiarkan membusuk di pasar Sukomoro, sehingga tidak ada lagi kebanggaan menjadi petani bawang di Nganjuk. Atau, mengapa atraksi suran yang tidak di ekspos agar turis local dan manca bisa tahu dan datang. Menyaksikan bulan muncul dari air terjun ditengah dinginnya hutan Wilis setiap muharam, tentu merupakan eksotisme yang bisa dijual.(ir/wp)
Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: Berita, Kampung