Balita sangat senang untuk bergerak ketika memasuki fase merangkak dan belajar jalan. Berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain di rumah sangat menyenangkan bagi mereka. Tapi tahukah kita bahwa ada barang dirumah yang justru membahayakan bagi aktifitas mereka ini. Pintu, meja, tangga, alat elektronik bahkan binatang piaraan pada situasi tertentu dapat membahayakan bagi anak anak.
Bayi atau balita yang sedang merangkak umumnya menyukai berada didekat pintu. Mereka kagum melihat pintu yang dapat bergerak. Mereka bermain dengan membuka dan menutup pintu. Padahal pada saat mereka sedang memainkan pintu ada kemungkinan jari tangan atau kaki akan terjepit dibagian bawah pintu. Jari tangan mereka juga berpotensi tegencet antara pintu dan dinding. Untuk mencegah itu, pintu sebaiknya diganjal sehingga tidak memungkinkan mereka untuk memainkan.
Pintu juga bisa dipasang dengan door holder yang terbuat dari busa, sehingga mencegah tangan anak tergencet. Jika menghendaki solusi yang permanan, pintu dapat dipasang door stop yang terbuat dari sepasang magnet. Lemari dan cabinet yang dapat membuka-menutup juga berpotensi sama. Untuk lemari dan cabinet sebaiknya selalu terkunci untuk menghindari anak tergencet.
Alat elektronik, seperti tv, compo, dvd player, juga berpotensi bahaya. Pada alat alat tertentu dilengkapi dengan konektor dibagian depan dengan maksud untuk memudahkan penggunaan. Tapi konektor didepan dapat menyebabkan anak tersengat aliran listrik jika menyentuhnya. Jika memungkinkan, sebaiknya alat alat ini diletakkan agak kedalam sehingga anak susah menjangkau. Atau jika konektor didepan tidak diperlukan, sebaiknya ditutup.
Pada rumah tertentu desain stop kontak diletakkan beberapa senti diatas lantai. Secara estetika, stop kontak dibawah memang dapat menyembunyikan keruwetan kabel yang umum terjadi. Tapi penempatan dibawah dapat mengundang keusilan anak untuk memainkannya. Jika stop kontak menggunakan desain dibawah sebaiknya diganti dengan model yang dilengkapi penutup. Model ini akan menutup ketika tidak digunakan dan harus memutar untuk membuka dan menggunakannya. Jika stop kontak tidak digunakan sama sekali, sebaiknya ditutup. Stop kontak yang portable (extension cord) sebaiknya disimpan ditempat yang lebih dalam sehingga jauh dari jangkauan anak.
Balita yang sedang belajar berjalan (trantanan) akan berusaha menjangkau apapun agar dapat tetap berdiri. Ujung meja, lemari atau furnitur lain yang tajam sangat berbahaya bagi mereka. Anak dapat setiap saat terbentur ketika mereka sedang belajar. Untuk furnitur kayu dengan ujung yang tajam dapat dipotong, atau jika furnitur dari kaca atau logam dapat dipasang busa agar anak tetap aman ketika bermain disekitarnya. Untuk meja tamu yang rendah, hindari penggunaan cover meja. Anak dapat dengan mudah menarik cover meja yang menyebabkan benda benda lain diatasnya jatuh. Meja tamu sebaiknya juga dibersihkan dari benda keras, misalnya asbak, vas atau hiasan meja lain.
Peralatan dapur, seperti piring, gelas, pisau, cobek sebaiknya selalu disimpan ditempat yang jauh dari jangkauan anak anak. Jika disimpan dilemari, sebaiknya selalu terkunci. Makanan dan minuman (terutama yang masih panas) sebaiknya ditempatkan di bagian tengah meja makan.
Bahan kimia juga mengundang bahaya bagi anak anak jika sampai tertelan. Racun serangga, pelumas kendaraan, stok sabun, minyak sebaiknya disimpan di lemari yang selalu tertutup atau dipindahkan ke garasi.
Rumah berlantai lebih dari satu umumnya menempatkan ruang tidur diatas. Padahal menempatkan ruang tidur bayi di lantai atas sangat berbahaya. Bayi yang baru bangun biasanya langsung berkeliaran mencari teman main. Mereka tidak mengerti bahwa ruangan ada dilantai atas dan mereka dapat terjatuh. Untuk itu, sebaiknya bayi tidur dan bermain di lantai bawah. Ada juga rumah yang memiliki ruangan yang lebih rendah. Untuk lantai berundak, di bagian bawah dapat diletakkan kasur atau karpet sehingga dapat mengurangi cidera ketika bayi terjatuh. Lantai di depan kamar mandi biasanya basah dan licin. Untuk mencegah anak terpeleset bisa ditambahkan kain pel yang bagian bawahnya mengandung anti selip/karet.
Binatang piaran yang bebas berkeliaran dirumah juga dapat menimbulkan bahaya buat anak anak. Kotoran, kencing, dan resiko digigit binatang adalah bahaya yang mungkin ditimbulkan. Binatang piaran sebaiknya tetap berada dikandang ketika anak anak sedang dirumah.
Untuk memastikan rumah kita aman, cobalah untuk merangkak. Posisikan mata setinggi mata anak kita lalu bergerak keseluruh ruangan dirumah. Perhatikan bahwa tidak ada sesuatu yang berbahaya sejahu pandangan. Lakukan inspeksi ini setiap anak melewati fase pertumbuhan, karena sudut pandang anak yang sedang merangkak berbeda dengan anak yang sedang berjalan.(ir/wp)
12 tanggapan so far ↓
edratna // Minggu, 9 September 2007 pada 6:28 |
Kalau punya balita, memang kita harus membayangkan seperti apa jika menjadi mereka, apa ya kira-kira yang akan disukai…..merangkak, memasukkan barang-barang ke mulut, adalah hal yang sangat sering terjadi.
Indra // Senin, 10 September 2007 pada 13:08 |
Aah, iya. Saya diingatkan satu lagi, memasukkan barang ke mulut. Balita yang giginya mulai kelihatan, paling seneng lihat sesuatu trus diambil dan dimakan. Barang barang kecil dan renik sering jadi sasaran mereka. Tapi kadang kertas bahkan remote juga dicoba dimakan.
osinaga // Rabu, 12 September 2007 pada 14:46 |
remote? weleh..weleh.. mungkin dikira roti kali ya. makasih utk postingannya mas.. bisa jadi referensi buat orangtua baru nih.
Tenny // Jumat, 26 Oktober 2007 pada 13:32 |
Hati2 kalau beli perlengkapan bayi, saya ngga tau harga dan saya beli di toko “Kasih Ibu” di mangga dua ITC, awal2nya harga barang yg ditanya dimurahin dan pas kita beli yg lain2 dimahalin (bisa 2 kali lipat), ini anak pertama saya. Ini pelajaran untuk yg lain, saya ditipu hampir Rp.800,000. Rada licik caranya, hati2 kaum ibu2. Baby box aja mau dijual harga 1.8 juta dan untung saya ngga jadi beli, abis pulang saya check cuman 1.1 juta. Toko ini rada licik caranya. Saya tidak mau ibu2 lain kena tipu seperti saya, pastiin beli barang dari beda2 toko, percuma beli dari satu toko, discount tetep sedikit.
Indra // Jumat, 26 Oktober 2007 pada 15:44 |
Terima kasih informasinya, semoga bermanfaat buat yang lain.
Belanja di itc memang musti rajin menawar dan selalu membawa harga pembanding.
Perjalanan Dengan Anak « Indra Riawan // Jumat, 21 Desember 2007 pada 11:26 |
[...] Pijat Bayi – Paranoid Pada Anak – Amankan Bayi Anda Di Rumah [...]
retno // Rabu, 19 Maret 2008 pada 13:34 |
iya nich tadi pagi anaku habis kejeduk pas dia ngrangkak di bawah meja.. nyesel banget rasanya,, apalagi dia udah pernah jatuh dari tempat tidur 2 kali..
sediah sigh takut kenapa-napa
tapi pas jatuh cuma nangis ga pake muntah n kejang jadi agak tenang.. pengalaman langsung tak bawa ke ahli urut bayi.. percaya ga percaya pasti dukun urutnya bilang gara-gara jatuh “kecengklak lehernya” .. ya habis diurut selesai he he..
tapi aku pikir-pikir anakku kalo jatuh/kejeduk pasti pas maen sama ayahnya.. gimana dong ngasih tau sang ayah spy ga teledor..
Indra // Rabu, 26 Maret 2008 pada 13:42 |
Saya sendiri juga juga lebih sering membuat anak2 kejedug dibanding emaknya. Sebenarnya bukan teledor, tapi sedikit lewat batas. Dalam hati kadang ada niat untuk membuat anak anak lebih kuat, lebih gesit sehingga membuat anak anak jadi terluka.
Rumahmu, Impianmu « Taman Serua Sawangan // Selasa, 27 Mei 2008 pada 12:29 |
[...] Misalnya sebuah keluarga dengan anak usia tk/sd akan menulis kata kata seperti dekat sekolah, air dan udara bersih. Yang dirangkai menjadi “Rumah dekat sekolah dengan lingkungan yang masih sejuk”. Keluarga dengan anak balita mungkin akan menulis “Rumah dengan lahan luas di lingkungan yang sejuk dengan bentuk yang tidak bersekat sekat agar anak anak dapat bermain dengan aman“. [...]
Memilih Taman Kanak Kanak « Indra Riawan // Jumat, 25 Juli 2008 pada 19:02 |
[...] ketika berkunjung ke calon sekolah. Perhatikan lingkungan sekolah, apakah cukup bersih dan aman untuk bermain anak anak. Apakah halaman cukup luas untuk anak anak berlarian, bagaimana dengan permainan [...]
anita // Rabu, 21 Oktober 2009 pada 21:38 |
sekedar info,bila anak kejedugato jatuh kena kepala bagian belakang pas tidur ga usah pake bantal,anak saya belum genap 2thn tp sudah saya masukan kePAUD,ternyata dia lebih suka bermain dngan anak yg lebih tua usianya di banding dia
Indra // Jumat, 23 Oktober 2009 pada 9:24 |
Makaasih infonya, mbak Anita. Sejauh anak tidak mengeluh kesakitan setelah jatuh, rasanya nggak masalah.