Membayar PKB Di Samsat BSD

Setelah beberapa hari lalu gagal membayar pajak kendaraan di Samsat Ciputat, hari ini saya berniat ke Samsat BSD untuk membayar PKB dan menyelesaikan perubahan nomor polisi. Samsat Kabupaten tangerang berada di kawasan komersial BSD City.

BSD dapat dijangkau dari Pondok Cabe dengan melalui jalan Pamulang Raya disambung ke jalan Siliwangi (ada juga yang menyebut jalan Puspitek). Setelah melewati perumahan Vila Dago dan Nirwana Serpong akan bertemu perempatan Viktor. Perempatan Viktor adalah persimpangan kecil untuk menuju ke Puspitek & Batan (lurus), perumahan Bukit Dago (Ke kiri) dan jalan tembus ke BSD (ke kanan). Sekitar 3 km dari perempatan akan mulai memasuki kawasan BSD. Perjalanan masih dilanjutkan dengan menyusuri sekitar 6 km lagi melewati perumahan The Latinos, gerbang tol, perumahan The Green, German Center sampai bertemu dengan Pusat Layanan Masyarakat. Kantor Samsat satu komplek dengan kantor pajak, PLN, Telkom di kawasan ini. Jalan masuknya berada diantara showroom Suzuki dan Auto 2000, tapi jangan kawatir ada petunjuk jalan yang dapat mengarahkan semenjak memasuki kawasan BSD.

Bangunan Samsat terdiri dari gedung induk 3 lantai dengan areal parkir di bagian belakang dan beberapa ruangan di sisi kanan. Mulai dari saya masuk, memarkir motor sampai masuk di gedung utama, saya tidak menemukan calo (setidaknya tidak ada orang yang menawarkan jasa). Satu poin saya berikan untuk hal ini. Lantai dasarnya terbagi dua, satu bagian untuk loket loket dan bagian lain untuk ruang tunggu lengkap dengan kursi dan tv. Meski tidak menemukan papan penunjuk informasi, saya berhasil menemukan seorang petugas berseragam berdiri disekitar loket. Petugas ini sepertinya difungsikan sebagai layanan pelanggan (customer service) yang akan menjawab pertanyaan orang orang. Satu poin lagi saya berikan.

Informasi dari pertugas itu, saya harus mengambil formulir di loket, mengisinya dan membawanya ke bagian cek fisik. Formulir pendaftaran bisa diperoleh gratis, berbeda dengan di samsat Ciputat yang diharuskan membayar 2000 tanpa kuitansi. Satu poin lagi. Saya menuju ke bagian cek fisik yang berada di bagian kanan gedung bersebelahan dengan bagian pengambilan plat polisi dan tata usaha.

Tak lama setelah menyerahkan formulir (beserta kopi bpkb, kopi stnk, kopi ktp, ktp asli dan stnk asli) petugas menyerahkan kembali dokumen saya sambil meminta uang pendaftaran cek fisik 30 ribu dan tanpa bukti kuitansi. Petugas di loket cek fisik mengatakan bahwa motor tidak perlu dibawa dan langsung meminta paraf di loket depannya. Kali ini poin saya kurangi untuk pembayaran pendaftaran tanpa bukti.

Di loket cek fisik, dokumen langsung dikembalikan setelah ditambahi satu lembar pengesahan. Petugas mengatakan biayanya 40ribu, juga tanpa memberikan kuitansi. Lagi lagi poin harus berkurang karena proses cek fisik tidak dilakukan dan diganti dengan pembayaran tanpa kuitansi.

Selanjutnya saya menuju ke loket BBN-2 di gedung utama. Dokumen diterima oleh seorang polwan sambil meminta bpkb asli. Setelah memastikan tidak ada perubahan sebelumnya, polwan itu mengatakan bahwa proses selanjutnya adalah penerbitan nomor baru dan pkb di loket PKB. Proses penerbitan nomor baru agak lama tapi tidak akan lebih dari 3 jam dibanding dengan pengurusan pkb biasa yang hanya 30menit, demikian tambahnya lagi. BPKB saya dikembalikan dan ditempel sebuah kertas nomor urut. Polisi wanita ini cukup informatif, dia memberikan deskripsi proses dan waktu yang diperlukan sehingga memberikan kejelasan lamanya proses. Di setiap loket, selain nama loket juga dicantumkan maximal waktu proses. Ini menjadi poin tambahan karena sudah memberi kejelasan lama proses sehingga masyarakat dapat sejenak meninggalkan ruangan untuk ke kamar kecil atau sarapan pagi.

Ruang tunggu memuat cukup banyak kursi tapi hari itu pengunjung melebihi kapasitas. Mereka yang berdiri lebih suka menunggu di depan loket sehingga cukup mengganggu orang yang hendak membayar di loket pkb. Pembayaran pkb dilayani oleh 3 loket, sayangnya ke-3 loket ini menggunakan pengeras suara yang berbeda beda belum lagi suara yang dikeluarkan oleh pengeras di loket sebelahnya yang melayani STNK. Petugas di loket seakan juga tidak mau bergantian menggunakan pengeras suara, sehingga kadang orang bingung dipanggil oleh loket yang mana. Mungkin sebaiknya pengeras suara di loket pkb dan stnk ini satu saja sehingga petugas yang menggunakan harus bergantian. Atau ketika memanggil petugas menyebut nomor loketnya, jadi pengunjung tidak bingung.

Sambil menunggu saya berkeliling sambil membaca papan pengumuman. Disalah satu pengumuman saya membaca bahwa biaya pengurusan stnk dan pelat nomor baru adalah 25ribu dan 15ribu berlaku untuk semua jenis kendaraan.

Janji 3jam layanan rupanya terbukti. Nama saya baru dipanggil setelah 2,5 jam menunggu. Saya menuju loket PKB dan membayar sejumlah uang yang disebutkan oleh petugas dispenda yang menyodorkan lembaran pkb. Sebelum pergi, saya pastikan bahwa angka yang saya bayar sesuai dengan yang ditulis di pkb dan biaya stnk+pelat baru memang hanya 40ribu. Saya perhatikan, nomor polisi motor saya sudah berganti. Satu poin saya berikan karena waktu proses sesuai janji dan mencatumkan biaya stnk+pelat baru dipapan pengumuman.

Beralih ke loket stnk disebelah loket pkb. Disana tercantum maksimal waktu layanan 15menit. Benar saja, belum 10menit nama saya dipanggil untuk menerima stnk baru dan ktp asli. Petugas dispenda yang melayani mengatakan bahwa saya harus mengkopi pkb, bpkb dan lembar pengesahan cek fisik karena ada perubahan nomor polisi di bpkb. Setelah mengopi dokumen yang diminta di dekat parkiran, saya kembali ke loket stnk untuk mengambil stnk. Petugas di loket stnk mengambil pengesahan cek fisik dan memberikan stnk baru sambil mengatakan bpkb harus dirubah ke polda. Dia menawarkan jasa jika hendak melakukan perubahan dapat melalui dirinya. Saya menolak jasanya dan langsung mengambil pelat di bagian kanan gedung. Satu poin berkurang akibat ulah petugas dispenda yang merangkap calo.

Di loket pelat nomor, tidak sampai 15menit petugas sudah menyerahkan pelat baru. Karena ada salah cetak, petugas mencetak ulang pelat dan menyerahkan kembali. Saya melirik ke jam, tenyata tepat jam 12 siang, artinya seluruh proses berjalan sekitar 4jam dengan total biaya untuk penggantian nomor polisi adalah 40ribu(resmi)+70ribu(tidak resmi)+pajak motor. Jadi siapa yang masih takut berurusan dengan birokrasi?(ir/wp)

About these ads

3 responses to “Membayar PKB Di Samsat BSD

  1. wah thank’s banget informasinya saya jadi tahu seluk beluk BBN+PKB motor untuk mengurus sendiri.

  2. kalau boleh tahu total biaya nya semua berapa..?? Soalnya motor saya stnk nya udah habis berlaku nya bulan mei kemaren, saya takut mahal bayarnya jadi saya ragu2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s