Indra Riawan

Masukan dari Oktober 2007

Pulang Kampung

Rabu, 10 Oktober 2007 · & Komentar

Sejak awal minggu ini arus mudik mulai memadati jalur jalur ke luar kota. Jalan tol, jalan negara, stasiun, terminal, pelabuhan dan bandara penuh oleh pemudik lengkap dengan barang bawaannya. Mereka rela berdesakan di kereta atau bis, macet berjam jam di gerbang tol, pantura atau penyeberangan.

Biaya, tenaga dan waktu yang diperlukan juga tidak sedikit, bahkan ada istilah thr hanya numpang lewat. Mengapa mereka rela melakukan itu semua demi pulang kampung?

Banyak yang beralasan pulang kampung untuk silaturahmi ketika lebaran. Sebenarnya silaturahmi bisa dilakukan kapan saja. Tapi momen lebaran adalah saat yang paling tepat untuk berkumpul dengan seluruh keluarga, kerabat, teman kecil.

Bercerita romansa masa lalu atau sekedar bercerita kabar menjadi hidangan tetap lebaran. Dari reuni ini muncul kontak baru, atau bahkan peluang bisnis baru.

Ada juga yang menjadi lebaran sebagai acara unjuk diri. Mereka rela menghabiskan uang berjuta juta sekedar untuk menunjukkan ke tetangga, keluarga atau teman bahwa mereka sudah berhasil. Sering kita dengar penjualan mobil naik ketika menjelang lebaran. Fenomena mudik dengan motor juga wujud, bagaimana mereka ingin dianggap berhasil di rantau. Sering kita lihat toko emas yang penuh ketika menjelang lebaran. Tapi beberapa minggu kemudian, kantor pegadaian diserbu orang.

Saya sendiri merasa perlu pulang untuk mendapat siraman jiwa. Berbulan bulan tinggal dan berkerja di Jakarta membuat jiwa ini rasanya hambar. Jakarta terlalu sesak dengan simbol simbol materi. Di kampung saya bisa menikmati kesederhanaan hidup. Menjalani hidup selaras dengan alam.

Saya merasa perlu menjaga keseimbangan hidup di Jakarta dengan pulang ke kampung. Anda sendiri, apa tujuan anda pulang kampung?(ir/wp)

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: ,

Membaca Nomor Registrasi Gerbong Kereta

Rabu, 10 Oktober 2007 · & Komentar

Setiap rangkaian kereta memiliki nomor yang disebut sebagai nomor kereta. Nomor ini digunakan untuk identifikasi di GAPEKA (grafik perjalanan Kereta api). Kereta yang berangkat dari Jakarta akan bernomor genap, dan kereta yang menuju ke Jakarta akan bernomor ganjil. Nomor kereta dibuat sesuai dengan prioritas perjalanan, semakin kecil nomor kereta semakin tinggi prioritas.

Setiap rangkaian kereta terdiri dari sebuah, bisa juga lebih, lokomotif dan beberapa gerbong penumpang. Kadang rangkaian masih ditambahan kereta makan, kereta bagasi dan kereta genset. Setiap gerbong memiliki nomor registrasi yang berada di bagian tengah badan gerbong masing masing sisi kiri dan kanan.

Nomor ini berformat KXY-NNMMM. Nomor registrasi selalu diawali dengan huruf K. Blok X adalah fungsi dari gerbong itu, misalnya P untuk gerbong angkut penumpang, M untuk kereta makan, MP untuk kereta makan yang dapat menampung penumpang, D untuk KRD, L untuk KRL. Blok Y untuk kode kelas, misalnya 1 untuk kelas eksekutif, 2 untuk kelas bisnis, 3 untuk kelas ekonomi.

Blok NN adalah 2 digit tahun pertama pengoperasian. Blok MMM adalah 3 digit nomor urut gerbong di perusahaan. Dibagian bawah nomor registrasi ditulis depo asal (homebase) gerbong bersangkutan.

  • CN Cirebon
  • BD Bandung
  • JAKK Jakarta Kota
  • JNG Jatinegara
  • ML Malang
  • PSE Pasar Senen
  • PWT Purwokerto
  • SLO Solo
  • SGU Surabaya Gubeng
  • SGI Surabaya Pasar Turi
  • SMT Semarang Tawang
  • YK Yogyakarta

Jika diperhatikan, masih banyak gerbong berusia lebih dari 20 tahun yang dioperasikan. Ini juga yang menjadi sebab seringnya terjadi kecelakaan kereta(ir/wp).

artikel lain:
Membaca Nomor Polisi Kendaraan Jakarta

Kategori: Tak Berkategori
Ditandai: