Masukan dari Januari 2008
Senin, 21 Januari 2008 · & Komentar
Telkom semakin serius menggarap sektor keuangan. Jika awalnya hanya menjadi penyedia jasa jaringan suara, kini Telkom (TLKM) semakin serius menggarap sektor ini. Langkahnya dengan mendirikan perusahaan penyedia transaksi hingga mengakuisisi Sigma.
Tahun 2005 lalu, Telkom memperoleh hak penyediaan layanan data bagi jaringan kliring Bank Indonesia (SKN BI). Sebagai penyedia utama, Telkom menyediakan sambungan data dari BI ke seluruh bank.
Tahun 2007, Telkom melalui anak usahanya, Multimedia Nusantara (Metra), mendirikan perusahaan penyedia transaksi keuangan. Metra bersama dengan Mekar Prama Indah, perusahaan milik Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia, mendirikan Finnet Indonesia. Finnet di proyeksikan menjadi penyedia layanan pembayaran terintegrasi. Pada tahap awal, finnet menangani pembayaran tiket penerbangan.
Berita paling akhir, Telkom melalui Metra melanjutkan ekspansinya dengan mengakuisisi Sigma pada awal tahun 2008. Sigma Cipta Caraka adalah penyedia layanan perbankan terbesar dengan berbagai bisnis unit. Selain aplikasi, Sigma juga menyediakan sdm ti hingga datacenter. Sebuah datacenter baru bahkan baru saja dioperasi kan di Surabaya. Selain itu, Sigma juga memilik perusahaan pengembang Sigma Karya Sempurna(BaliCamp) dan perusahan penyedia internet IndoNet .
Dari jumlah bank pengguna, Sigma menguasai 23% pasar core banking diatas kompetitornya Collega Inti Pertama, Multipolar, Terra Data Megah, Silverlake, My SIS, ICBS dan Infosys. Untuk core baking syariah, Sigma bahkan menguasai 38% pasar jauh diatas kompetitornya Olibs, Bank Vision, My SIS, Infopro.
Metra sepertinya akan dijadikan Telkom sebagai perusahaan utama untuk melayani sektor keuangan. Akankah Telkom berjaya di lahan baru ini?(ir/wp)
Kategori: Bank · Berita · Bisnis · Teknologi Informasi
Jambu adalah buah yang banyak ditemukan di Indonesia. Ada banyak sekali jenis jambu, salah satunya adalah Jambu Bol.
Jambu Bol, di beberapa daerah menyebut sebagai Jambu Dersana atau Jambu Dersono ada juga yang menyebut sebagai Jambu GondangManis. Nama ilmiahnya adalah Syzygium Malaccense atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Malay Apple.
Buah yang masih muda berwarna putih kehijau hijauan, setelah mulai masak akan berubah menjadi kuning lalu semburat merah. Buah yang sudah masak dapat mencapai seukuran buah Sawo. Buah ini mirip sawo, dengan daging tebal dan biji besar, sebesar biji alpukat. Dagingnya yang putih kenyal karena tebal. Rasa buah yang sudah masak adalah asam-manis sampai manis dengan kadar air yang tinggi.
Jika berniat untuk menanam Jambu ini, BPPT dan Kompas sudah menyiapkan dokumen panduannya. Foto yang lain bisa dilihat di Plantamor atau di blognya Chatrines.
Membicarakan Jambu Bol ingatan kita juga langsung ingat akan Jambu Solo/Sala, Juwet/Juwat(ir/wp)
Kategori: Kampung
Ditandai: jambu, jambu bol, jambu dersana, jambu dersono
Jumat, 11 Januari 2008 · & Komentar
Hampir semua dari kita mengenakan seragam ketika bersekolah tingkat dasar dan menengah. Tapi bagaimana dengan memakai seragam untuk bekerja?
Pekerja di layanan publik, misalnya pns atau tentara, umunya memakai seragam. Beberapa perusahaan swasta juga menyediakan seragam untuk para pekerjanya. Pekerja di Trans Corp memakai seragam hitam hitam dan Media Group dengan biru laut. Ada juga yang mewajibkan seragam untuk bagian tertentu, misalnya bagian produksi, front liner, unit pendukung (sopir, office boy/girl ).
Seragam digunakan sebagai identitas pemakainya. Jika seseorang yang mengaku dari PLN atau PDAM datang ke rumah hendak memeriksa meteran tapi dia tidak memakai seragam, apakah anda memperkenankannya masuk? Atau ketika di jalan anda dihentikan seseorang yang mengaku polisi tapi tidak berseragam, apakah anda akan berhenti? atau malah tancap gas karena mengira dia rampok.
Seragam juga digunakan untuk membangun rasa kebersamaan. Pada sebuah liputan di transTV, Chairil Tanjung tampak berbaur dengan karyawan Trans corp dengan seragam hitam. HM Sampoerna juga selalu menggunakan setelan ketika masih menjadi bos di Sampoerna. Mereka masih nampak berkarisma meski menggunakan seragam, bahkan terlihat lebih membumi. Terlepas dari pakaiannya dipesan di Armani dan seragam anak buahnya diborong dari Mangga Dua.
Pekerja akan diuntungkan karena tidak perlu menyiapkan anggaran khusus untuk pakaian kerjanya. Setiap pagi juga tidak direpotkan dengan memadupadankan atasan-bawahan. Biaya yang dikeluarkan perusahaan bertambah untuk belanja seragam. Tapi perusahaan dapat menciptakan citra di masyarakat. Perusahaan juga dapat ‘mengendalikan’ karyawan, karena karyawan lebih menjaga perilaku ketika mengenakan seragam.
Selama sekolah di Bandung, saya menggunakan seragam. Setidaknya setelan putih-biru tidak membuat saya minder dengan teman teman yang lain, karena tidak ada kemeja lain. Bagaimana dengan pakaian kerja anda?(ir/wp)
Kategori: Bisnis · Opini