Security Fix mengabarkan, bahwa SANS institute menawarkan hadiah sampai dengan USD 20.000 (setara IDR 190 juta) bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan menutup lubang backdoor yang ada di hardware maupun software.
Konon cerita yang beredar di masyarakat adalah, hacker selalu mendapatkan uang secara tidak legal dengan membobol rekening orang, mencuri data perusahaan atau tindakan kriminal lain. Sebagian mungkin ada yang melakukannya tapi tidak semua seperti itu. Ada juga hacker yang dibayar oleh pemilik sistem. Pemilik sistem (umumnya perusahaan) secara sadar dan sengaja menyewa hacker untuk menemukan celah keamanan sebelum celah itu ditemukan oleh kompetitor mereka. Kegiatan ini disebut penetration test. Pen-test biasa dilakukan oleh konsultan keamanan baik secara individu maupun perusahaan.
Masih ingat kasus KPU? kabarnya Dani (aka. xnuxer) adalah seorang konsultan keamanan untuk sebuah lembaga keuangan terkemuka. Jadi kata siapa hacker selalu merusak dan menghasilkan uang secara ilegal?(ir/wp)
1 response so far ↓
cry // Rabu, 23 April 2008 pada 23:13 |
nah kan terbukti ga semua hack tuh jelek itu kembali kepada orang nya masing masing kok OK …
belajar terus prend..
#smg dalnet