Pertumbuhan pengguna Facebook setahun terakhir sungguh luar biasa. Para FB-freak mengaksesnya setiap saat. Pagi hari di kantor halaman yang pertama kali dibuka adalah facebook.com untuk mengganti status. Agak siang, ganti status lagi. Menjelang makan siang, mengundang rekan kerja makan siang dengan status FB. Sore, melimpahkan kekesalan dan kecapekan di status FB. Menjelang tidur-pun masih berusaha merubah status menggunakan FB-mobile.
Laporan dari proxy server menunjukkan bahwa Facebook menjadi situs yang paling banyak diakses di kantor saya. Kesimpulan ini dikuatkan dengan laporan situs statistik Alexa dan Google Trends. Menurut Alexa, Facebook.com adalah situs paling banyak diakses di Indonesia setelah Google.co.id. Data dari Google Trends lebih lengkap lagi, dalam setahun terakhir Indonesia adalah negara pengakses tertinggi ke-6. Jakarta menjadi kota pengakses ke-10, dan Bahasa Indonesia menjadi bahasa paling banyak digunakan untuk mengakses FB. Luar biasa.
Fenomena yang sama juga terasa pada awal kehadiran internet di Indonesia dengan chatting atau irc. Dimana istilah ‘a/s/l’ muncul dan menjadi kata kunci. Hampir semua komputer yang terhubung ke internet terpasang program mIRC. Setelah irc mereda, berikutnya Y! Messengger yang lebih privat menjadi semakin populer. Dan yang belakangan muncul adalah blogging dan situs pertemanan.
Blokir
Pada perusahaan yang mengatur internet secara ketat, akses ke blog engine, facebook, Y! sama terlarangnya dengan situs porno. Kebijakan perusahaan melarang hal hal yang tidak produktif dilakukan di kantor. Tapi beberapa perusahaan yang lebih longgar, membebaskan karyawannya mengakses Facebook. Karena jalinan komunikasi dengan pelanggan dapat lebih intensif dilakukan.
Tapi memblokir sepenuhnya akses ke FB tidak akan efektif. Karena FB juga cukup nyaman dibuka melalui handphone. Atau seorang FB-maniac yang juga penggila gadget akan rela membeli Blackberry hanya untuk merubah status FB.
Saya sendiri lebih suka membuka akses ke FB untuk waktu tertentu. Misalnya, akses terbuka dari pagi sampai jam 8.30. Selanjutnya akses tertutup dan kembali terbuka jam 12.00 sampai dengan jam 13.00 dan tertutup kembali sampai jam 5 sore. Dengan begitu karyawan tetap senang dan produktif di jam kerja. Bagaimana dengan kebijakan internet di kantor Anda?(ir/wp)
4 tanggapan so far ↓
edy // Selasa, 12 Mei 2009 pada 16:34 |
arus internet di sini amat dicekik, ke arah manapun. tapi gpp karena masih ada koneksi unlimited di rumah. paling di kantor cuman cek email dan google reader.
sementara untuk apdet status saya pake ping.fm yg bisa otomatis apdet sekaligus ke pesbuk, twitter, plurk dan jaiku. dan semuanya cukup dng sms, jadi ga kuatir dng sinyal gprs yg buruk
Indra // Selasa, 12 Mei 2009 pada 16:41 |
Saya juga setuju dengan akses unlimited di rumah. Dengan begitu tidak ada rasa bersalah menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.
Untuk baca rss saya lebih suka offline pake greatnews, jadi nggak harus selalu tersambung seperti menggunakan Google Reader.
btw, cepet banget. Baru di submit udah di sambar komentar. tnx
bangibet // Jumat, 15 Mei 2009 pada 8:07 |
dikantor saya 100% akses inet yang bebas..
wekekekekek…
jerzz // Rabu, 22 Juli 2009 pada 20:17 |
visit my blog again
http://jerzz.wordpress.com/
http://blackercomputerz.wordpress.com/