Jalur Maut Penyeberang Jalan

pejalan kaki mungkin hanya menjadi warga kelas dua saja di jakarta. lihat saja, trotoar yang menjadi hak mereka tidak disediakan cukup lebar agar dapat berjalan dengan nyaman. kalaupun lebar, masih harus mengalah dengan pedagang kaki lima yang bisa kita temui diseluruh ujung jakarta. atau, kalaupun tidak ada pedagang kaki lima, trotoar masih saja diserobot oleh pengedara motor yang tidak tahu aturan bahwa trotoar adalah tempat pejalan kaki bukan motor. belum lagi ketika musim gali-menggali tiba, ada saja proyek galian yang mengatasnamakan utilitas dari galian telepon, galian air, galian listrik sampai galian fiber optik.

perjuangan pejalan kaki tidak berhenti sampai disini, untuk menyeberang ke ujung mereka harus mengeluarkan energi ekstra. tidak adanya jembatan penyeberang, adalah yang paling berbahaya, karena mereka musti mengadu nyawa dengan kencangnya laju mobil, truk, sembrononya sopir bis dan pengendara motor yang ngebut. atau, kalaupun ada jembatan kondisinya sudah jauh dari layak untuk dipakai. jembatan yang berlubang lubang atau pipa penyangga yang mulai keropos oleh karat dapat menjadikan mereka jatuh atau terperosok. bahkan jembatan yang melayani proyek prestisius busway pun juga mengalami hal yang sama.

ketiadaan jembatan penyeberangan tidak saja di jalan jalan dengan lalulintas sepi, dijalan yang padat pun pada beberapa ruas tidak ditemukan. misalnya di jalan casablanca di ruas anatara underpass kuningan sampai dengan bypass pas sudirman. jalan sejauh 5 km-an ini tidak ditemui adanya jembatan penyeberang, padahal kita tahu ruas casablanca merupakan arteri yang menjadi jalur keluar-masuk pekerja ke dan dari bekasi. padahal diruas itu ada kawasan perkantoran mega kuningan dan perbelanjaan itc kuningan & mal ambasador yang tidak pernah sepi pajalan kaki.

pagi hari adalah saat para pekerja berangkat kantor. jam 10-12 adalah saat para pengunjung mal dan itc mulai berdatangan. jam makan siang adalah saat paling ramai di daerah ini dimana banyak pekerja dari mega kuningan yang menyeberang hendak makan siang di mal ambasador/itc kuningan. sore ketika jam bubar kerja juga ramai sekali. beruntung, pengelola itc/mal menyediakan petugas untuk menyeberangkan pelajan kaki pada jam jam tertentu.

sebenarnya jika pengelola itc/mal dan mega kuningan bekerjasama untuk membuat jembatan penyeberangan demi kemudahan para penunjung/pekerja mereka. atau kalau mereka punya uang lebih bisa saja dibuatkan terowongan yang menghubungkan mega kuningan dengan utc. terowongan bisa dimulai dari sebelah gedung menara danamon menembus jalan casablanca sampai tembus ke basement dari gedung itc/mal. toh di terowongan mereka bisa sewakan untuk kios kios non permananen yang lebih kecil misalnya kepada para pedagang koran, asesoris, atau dvd(bajakan). daripada mereka musti nyiapin petugas untuk menyeberangkan pengunjung pada waktu ramai, sebenarnya solusi ini akan menguntungkan buat semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s