TV Untuk Balita Anda

Televisi barangkali menjadi media yang paling disukai orang tua untuk menghabiskan waktu anaknya. Ada anaknya yang dari pagi sampai siang hingga sore bahkan malam terpaku didepan tv. Orang tuanya senang karena dianggap anak ini tidak nakal. Kebiasan menonton tv adalah kebiasan yang menyebabkan candu/ketagihan bagi pemirsanya. Apakah candu terhadap materi acara atau candu terhadap jalan cerita pada drama serial. Tapi jika kecanduan ini terjadi pada anak anak ini tentu sangat berbahaya.

Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa anak anak yang bermain di luar rumah dan aktif menunjukkan perilaku yang lebih baik daripada anak anak yang menghabiskan waktunya didepan tv. Anak anak yang bermain di luar rumah lebih aktif dan kreatif karena mereka berbaur dengan teman temannya dan alam sekitarnya.

Menjauhkan sama sekali anak anak dari televisi juga bukanlah keputusan yang bijak. Ada acara tv memang yang dapat merangsang anak untuk berpikir kreatif dan menambah pengetahuannya. Untuk kita yang punya layanan tv kabel barangkali lebih menyukai saluran national geographic untuk anak kita dibanding dengan acara yang disiarkan oleh tv nasional yang belakang _sangat_ tidak cocok untuk konsumsi anak. Tema kekerasan, kriminal, dan materi untuk dewasa banyak sekali kita temukan di tv nasional kita juga di slot iklannya.

Pembatasan menonton televisi adalah salah satu cara untuk menghentikan anak anak dari pengaruh negatif tv dan ketergantungan atas tv. American Academy of Pediatrics merekomendasikan hanya memberikan waktu 1-2 jam sehari untuk anak anak berumur lebih dari 2 tahun, dan sama sekali tidak memberikan tv untuk anak dibawah umur 2th. Berikut adalah usaha yang dapat kita lakukan agar anak anak dapat menjadikan tv sebagai media pembelajaran:

  1. Lakukan Pembatasan
    Kita sebagai orang tua harus tegas mengatakan bahwa dia hanya punya waktu menonton tv 2 jam sehari, untuk acaranya kita bisa pilihkan agar mereka lebih terarah. Jangan ada tv di kamar tidur agar anak anak dapat istirahat dengan tenang, dan matikan tv ketika anak makan.
  2. Lihat Acaranya
    Kita bisa pilihkan acara yang dia suka, misalnya pagi jam 8-8.30 nonton dora, jam 8.30-9 nonton blue’s clue. Begitu waktu mendekati pukul 9 katakan bahwa blue akan selesai dan dia bisa bermain yang lain. Katakan juga kepadanya tv segera dimatikan dan dinyalakan lagi sore jam 17-17.30 nonton little bear, jam 17.30-18 nonton mio. Awalnya mungkin akan ada perlawanan, tapi dengan memberikan perngetian kepadanya dia akan segera mengerti. jangan lupa ketika tv sudah mati segera siapkan permainan yang tidak kalah serunya (sedapat mungkin menyambung atau terkait dengan materi yang ditonton di tv tadi) agar anak tidak merasa ada yang hilang.
  3. Pilih Acara yang Tenang
    Ketika memilih acara sedapat mungkin mencari acara yang dapat membuatnya interaktif ikut bernyanyi, menari dan bergerak. Jauhkan anak dari acara kekerasan (walaupun itu film kartun, misalnya tom & jerry). Anak yang menonton kekerasan di tv akan menampilkan perilaku yang lebih agresif.
  4. Dampingi Anak
    Dampingi anak ketika dia sedang menonton. Jangan biarkan dia menonton tv sendirian sehingga akan menelan mentah mentah seluruh materi yang dia tonton di tv. Berikan penjelasan terkait dengan materi, atau tambah sedikit cerita lagi agar dia paham (ini bisa dilakukan ketika jeda iklan). Untuk kita yang menonton tv nasional (bukan tv berlanganan), jelaskan juga materi iklan yang kadang membuat anak penasaran ingin mencoba. Jangan sampai anak kita melompat dari jendela kamar di lantai 2 karena ingin mengikuti iklan sebuah deodoran.
  5. Lengkapi Materi Tontonan
    Ketika selesai acara ada baiknya materi acara di teruskan dalam permainan agar anak lebih tertarik untuk belajar. Misalnya ketika tadi dora berhasil naik ke gunung lanjutkan dengan permainan mewarnai gunung, pohon dan sungai. Atau ketika dora membutuhkan 3 koin untuk naik ke perahu lanjutkan dengan belajar berhitung.

Untuk kita yang tidak bisa mendampingi anak setiap hari, sampaikan pula ini kepada pengasuhnya. Kita semua sadar bahwa ketika kita menyerahkan pengasuhan anak kepada pengasuh, kita tidak lagi memegang kendali atas apa yang terjadi pada anak kita. Beri pengertian ke pengasuhnya juga agar jangan sampai anak kita disuguhi dengan sinetron sepanjang hari. Mereka tetap bisa menonton sinetron malam hari ketika anak kita tidur. Banyak cerita dimana pengasuh hanya membiarkan anak kita anteng di depan tv sementara si pengasuh asik dengan kegiatan nya sendiri.

Dan terakhir yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk selalu mendampingi anak kita menonton tv ketika sedang dirumah.(ir.wp)

 

Tags: ,

Iklan

4 responses to “TV Untuk Balita Anda

  1. Ping-balik: Ulasan Tayangan TV Untuk Balita « Catatan Kecil Indra

  2. anak saya umur 1 tahun 5 bulan, saat ini belum bisa mengucapkan satu kata pun, hanya kata “ayah” saja yg biasa dia ucapkan, sedangkan selebihnya dia hanya berteriak dan bergumam dengan kata yang tidak jelas alias bahasa planet, apakah wajar? atau karena dia sehari hari sering menghabiskan waktu bersama pengasuhnya dengan menonton televisi?bagaimana mengatasinya?

  3. Perkembangan tiap tiap anak berbeda. Ada yang setaun sudah bisa ngomong, meski hanya papa-mama, ada juga yang setaun sudah mulai berjalan.
    Mungkin anak bung Arif kurang mendapat stimulasi bicara. Bisa dicoba dengan lebih sering mengajak ngobrol. Bicara apa saja, awalnya mungkin anak tidak mengerti tapi lama lama dia akan etrpancing untuk ikutan ngomong.
    Tidak semua acara di tv buruk. Sekarang ada stasiun tv Space Toon yang mengkhususkan ke anak anak. Mereka bisa belajar bernyanyi, dan ikutan bergerak. Semoga berhasil.

  4. Ping-balik: Iklan Dan Anak « Indra Riawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s