V-ixion

Wabah V-ixion terus menyebar dan memakan korban. Sejak berjangkit awal tahun 2007, virus V-ixion terus menular melalui saluran media internet dan tabloid. V-ixion pertama kali dideteksi di laboratorium milik Yamaha di kawasan Pulo Gadung. Itu pula yang menyebabkan virus ini dikenal dengan nama resmi Yamaha V-ixion. Virus ini menular ke biker yang overdosis naik motor bebek dan skuter dan biker yang dehidrasi terhadap teknologi terbaru motor. Biker yang mengharapkan best value untuk duit yang dia keluarkan juga rentan serangan virus ini.

Korban terakhir, mas Allan, adalah tetangga sebelah rumah. “Laptopku sekarang penuh gambar V-ixion, mas”, demikian dia berkilah. Entah karena terinfeksi di kantin sebelah atau memang anti-selain Yamaha, karena dirumah sudah bertengger Yamaha Vega-R yang belum genap dua tahun. Setelah terinfeksi sejak Pebruari kemarin, akhirnya mas Allan memutuskan untuk berobat ke Yamaha Swanindo di Tanah Kusir. Di klinik ini, mas Allan harus mengantri sekedar untuk menebus obat. Obatnya harus ditebus dengan duit 18,9 juta. Itu pun harus berebut dengan penderita yang lain, karena memang obatnya masih belum di produksi banyak. Setelah menunggu selama 5 minggu, Sabtu lalu obat V-ixion sudah datang dan siap di tenggak.

“Ini yang namanya motor laki laki”, demikian kata mas Allan ketika ditanya bagaimana rasanya. Ciri utama virus ini adalah kapasitas mesin 150cc dengan injeksi, pendinginan mesin dibantu radiator, lengan ayun belakang ditopang shockbreaker tunggal, struktur rangka delta box, dan velg palang memberikan gambaran sebuah produk motor sport.

Virus ini mengingatkan kita pada virus Xenia-Avanza di awal 2004. Waktu itu masyarakat diterror dengan pernyataan “Mobil keluarga dibawah 100 juta”. Orang langsung kepincut dengan Xenia-Avanza. Mereka rela antri 3-6 bulan untuk sekedar menunggu mobil kesayangannya. Fenomena ini berlanjut hingga sekarang. Meskipun banyak mobil perkotaan dengan harga dibawah seratus juta, tetap saja Xenia-Avanza menjadi primadona.

Hiruk pikuk kehadiran V-ixion dapat dijadikan momentum oleh Yamaha untuk membangkitkan kembali kejayaannya di era 80an ketika Yamaha RX-series menguasai jalanan. Dengan mengusung kendaraan berteknologi tinggi dan harga terjangkau, jajaran Mio, Vega, MX, Scorpio dan V-ixion dapat dijadikan senjata untuk menggulingkan Astra Honda Motor. Asalkan momentum ini tidak menjadi sebuah anti klimaks. Produk akhir banyak cacat atau dukungan bengkel dan suku cadang yang lemah dapat menjadikan kehadiran V-ixion sebuah bumerang bagi Yamaha sendiri.(ir/wp)

Iklan

7 responses to “V-ixion

  1. pengen vixion juga…;-)

  2. Iya, neh. Ixion bener bener bikin ngiler. Pengin pindah ke lain hati juga, tapi kok ya’ 20 juta 😦

  3. mas, V-ixion aslinya harganya brapa ? mosok 20’juta sih, padahal di salah satu majalah motor kan cuma 17 jutaan…!

  4. dewo:
    Memang sengaja nggak kasih review. Kan udah banyak diluaran sana. Jadi saya mo ulas fenomena kemunculan nya aja. Biar nggak bosen baca review.

  5. Msb. Munir:
    Tetangga saya akhir bulan lalu musti nebus dengan 18,9 juta

  6. iya nih, ak ampe ngiler jg ama tuh motor, tp bis motor ak tebus 18,9 jt dah kagak ngiler lg deh, tp syg bos…. bonus helm & jaketnya itu lo yg kurang memuaskan…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s