Busway Tabrak Motor (lagi)

Kecelakaan di jalur busway kembali terjadi. Pagi ini, sekitar jam 7an, busway koridor III Kalideres – Harmoni menabrak sebuah motor di putaran balik Jl Suryopranoto. Kecelakaan terjadi ketika busway dari arah Tomang melaju di lampu merah AM Sangaji. Pada saat bersamaan sebuah motor berpindah dari jalur lambat ke jalur cepat di dekat BCA Suryopranoto. Setelah berada di jalur cepat, pengedara motor nampaknya tidak melihat kehadiran dua buah busway dari arah yang sama dan langsung berputar balik. Dan, Praak !!. Motor terpental kejalur cepat dan pengendaranya terjatuh.

Sebenarnya putaran balik itu disediakan untuk pengendara dari arah Harmoni. Sedangkan pengendara dari arah Tomang harusnya berputar di putaran depan Jialing. Pada waktu kejadian, Sopir busway mungkin sudah memastikan bahwa sebuah mobil Vitara dan Saya yang dari Harmoni sudah berhenti untuk memberi jalan kepadanya untuk lewat terlebih dahulu. Dia tidak melihat keberadaan motor yang akan berputar balik dari arah Tomang sudah masuk ke sebelah kiri jalurnya. Karena memang seharusnya motor itu berputar di putaran balik berikutnya.

Ini kali kedua saya melihat langsung kecelakaan. Sebelumnya, waktu masih bersekolah di kampung saya melihat seorang pengendara motor ditabrak truk dengan muatan penuh tebu. Darah dimana mana dan korbannya masih bergerak gerak meregang nyawa. Sejak itu saya menjadi takut melihat darah. Maka ketika tadi pagi saya melihat tabrakan itu, saya lebih memilih terus melaju ke kantor. Tapi dari pandangan selintas nampaknya si pengendara motor terluka di bagian kaki kanan. Dia hanya diam tak bergerak. Dan yang bisa membuatnya lebih parah, dia tidak menggunakan helm.

Seorang teman sekantor yang melintas setelah saya bercerita, si pengendara motor sempat sepuluh menit terkapar dijalanan tanpa bantuan dari siapapun. Orang yang datang hanya berdiri dan melihat. Padahal Puskesmas Gembir hanya terletak 200 meter dari lokasi kejadian. Temen saya juga bercerita kondisi pengendara motor luka parah. Dari mulut dan hidungnya mengeluarkan darah, menyebabkan dia kesulitan bernafas.(ir/wp)

Update dari Antara:
Pengendara motor itu akhirnya meningal pukul 14.00 di RS Tarakan. Di Antara, sopir busway mengatakan lalulintas ramai dan dia sempat membunyikan klakson. Waktu itu justru jalan sedang sepi. Dari arah Harmoni hanya ada beberapa mobil dan motor. Sedang dari arah Tomang yang baru melintas adalah 2 busway dan kendaraan lain melaju di belakangnya. Sedang beberapa saat sebelum kejadian saya justru tidak mendengar suara klakson.

Pengendara motor juga bukan terpental 20meter, seperti yang ditulis Antara, tapi jatuh tidak jauh dari titik tabrakan. Sehingga luka patahnya mungkin diakibatkan oleh benturan dengan badan bus.

3 responses to “Busway Tabrak Motor (lagi)

  1. Naik motor berisiko tinggi, namun kendaraan ini disenangi siapapun karena bisa menyelip diantara kendaraan. Dan seringnya pengendara motor suka nekat, jika ada mobil yang memelankan kendaraan, motor langsung ambil posisi yang bikin kaget, jadi kalau sopir tak siap bisa terjadi serempetan.

    Kata sopir taksi, 5 tahun yang lalu yang mengendarai motor takut sama mobil, namun sekarang terbalik. Sopir mobil yang takut sama motor, karena mereka menyelip dari kanan kiri.

  2. Kata sopir taksi, 5 tahun yang lalu yang mengendarai motor takut sama mobil, namun sekarang terbalik. Sopir mobil yang takut sama motor, karena mereka menyelip dari kanan kiri.

    Betul, Bu. Sewaktu pakai motor pertama kali di Jakarta tahun 2003, pengguna motor belum sebanyak sekarang. Dulu naik motor bener bener nikmat, sekarang naek motor musti berebut dengan sesama rider.
    Tapi belakangan saya melihat rekan rekan dari komunitas sudah mulai menerapkan cara berkendara secara aman. Mereka tidak mau naek ke trotoar, tidak mendahului lampu merah bahkan sampe berhenti pun di belakang marka (kan emang seharusnya begini, ya). Yang masih sak enak-e udel-e dewe dijalan biasanya pengendara yang motornya masih baru, maklum masih maruk.

  3. wah kalau saya justru kalo motor masih baru kudu hati-hati🙂 maklum kalo motor kan asuransi paling pol itu TLO (total lost only). kalo baret/keserempet/lecet dsb yah tanggung sendiri dah🙂 tp setelah umur motor diatas 3 tahunan sepertinya udah cuek ajah..he.he.he.he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s