Berkendara Tanpa Surat Surat Karena Tilang

Seminggu berkendara tanpa surat surat lengkap menimbulkan rasa was was dalam hati. Was was karena seandaiknya ada razia polisi, ketiadaan SIM pasti akan jadi pertanyaan. Karena syarat penggunaan kendaraan bermotor adalah surat pengemudi (SIM) dan surat kendaraan (STNK). Kalau salah satu tidak ada berarti telah melakukan pelanggaran.

Saya sempet berpikir, seandainya ada razia dan polisi menanyakan SIM bagaimana saya akan menjawab. Apakah akan dijawab bahwa SIM sedang ditahan karena ditilang? Apakah polisi mau tahu dengan jawaban ini? Kalau polisi tidak mau tahu dan akhirnya saya dianggap bersalah, apakah saya harus memberikan STNK untuk ditahan juga?

Kadang bingung juga, kalau SIM ditahan apakah berarti hak saya untuk berkendara (untuk sementara)juga dicabut? Seandainya yang ditahan STNK, apakah berarti kendaraan tersebut tidak boleh dipergunakan sampai dengan surat suratnya kembali?.

Saya masih belum paham juga tentang peraturan UU Lalu Lintas yang mengatur tentang surat surat ini apakah dasarnya “atas milik” atau berdasarkan “atas unjuk”. Kalau atas milik, berarti asalkan mempunyai SIM boleh berkendara meskipun SIM nya tidak ada karena sedang ditahan, misalnya.

Tapi kalau atas unjuk, pada saat berkendara SIM harus dibawa dan dapat ditunjukkan ketika diminta polisi. Jadi pada saat SIM ditahan, otomatis tidak boleh berkendara sampai SIM kembali.(ir/wp)

2 responses to “Berkendara Tanpa Surat Surat Karena Tilang

  1. lho..tinggal tunjuk surat tilangnya saja kan beres mas kalau ditanyain pak pulisi?

  2. Lha, kan dia minta SIM nya, mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s