Linux Masih Gratis

Beberapa bulan lalu saya mendapatkan kiriman 5 buah cd Ubuntu plus 5 sticker. Padahal saya hanya mengisi nama dan alamat saja tanpa membayar biaya apapun lagi. Kecuali ongkos re-pack dari kantor Pos, mengherankan juga kenapa musti bayar ongkos ini padahal paket diterima dalam amplop bersegel Ubuntu dan tidak ada amplop ataupun kantong dari kantor pos.

Seorang rekan kerja, yang biasa di lingkungan Windows, heran dengan kejadian ini. Bagaimana bisa, saya dan ribuan (atau bahkan jutaan) orang dapat meminta cd Ubuntu secara cuma cuma tanpa membayar apapun. Darimana Ubuntu membeli cd kosong, membayar pekerjanya untuk menduplikat cd dan membayar ongkos kirim yang bahkan ke seluruh dunia. Saya jelaskan padanya, bahwa perusahaan yang berbasis open source umumnya menjual jasa. Mereka menjual jasa training atau dukungan teknis atas produk open source. Jadi produknya sendiri diberikan secara cuma cuma dan mereka mendapatkan uang dari layanan jasanya. Sebagai akhir perbincangan saya berikan sebuah cd Ubuntu (dan stiker) kepadanya. Dia masih ragu untuk menginstal Ubuntu tapi beberapa minggu kemudian saya melihat dia sedang menginstal mySQL dan PHP di XP-nya.

Seorang teman yang lain bercerita. Dia, yang kebetulan masih mahasiswa, bercerita bahwa dia baru mendapatkan sebuah cd Linux dari dosennya. Yang dia lakukan hanya menulis nomor mahasiswa dan nama diselembar kertas. Lalu si dosen dengan senang hati menggandakan cd Linux dan membagikannya kepada mahasiswanya. Lagi lagi secara cuma cuma.

Seorang mahasiswa semester 3 datang kepada saya. Dia bingung bagaimana menghabiskan liburan semesterannya. Saya tanyakan kepadanya, apakah sudah pernah pakai linux. Dia menjawab, pernah dengar tapi belum pernah pakai. Saya berikan sebuah cd Ubuntu (dan stiker) kepadanya. Dia senang bukan kepalang, tapi bingung harus mulai darimana. Beberapa minggu kemudian dia bertanya, bagaimana seting PHP agar bisa membaca database mySQL.

Semangat inilah yang saya sukai dari komunitas opensource. Semangat untuk berbagi pengetahuan, ilmu dan pengalaman. Kita percaya bahwa knowledge is power. Tapi pengetahuan bukan untuk disimpan sendiri dilemari besi lalu digembok dan gemboknya dibuang, tapi dengan saling berbagi kita menjadi lebih kuat. Saya jadi ingat sebuah quote dari #indolinux, ongkos untuk menginstal Linux adalah sepiring gorengan dan sebungkus rokok. Btw, #indolinux@dal.net dan #indolinux@ef.net masih ada tidak ya’?

2 responses to “Linux Masih Gratis

  1. mas..kalau Linux for Mainframe punya infonya ga? kita tahun lalu sempat mau bikin kajian OS Linux for Mainframe tp keburu di drop karna katanya biaya nya mahal (?).

  2. Kalo ngomongin mainframe bayangan saya langsung ke IBM zSeries. IBM sudah bergabung dengan komunitas opensource, sehingga beberapa distro linux bisa berjalan di mesin mesin IBM. Distro yang berhasil di porting ke mainframe yaitu Redhat Enteprise Linux (RHEL) dan Suse Enterprise Server (SLES). IBM sendiri sudah memastikan bahwa linux dapat berjalan di mesin zSeries mereka.

    Dari obrolan dengan engineer IBM beberapa waktu lalu, harga license RHEL for Mainframe sekitar usd 4000 per mesin. Bukan per prosesor layaknya lisensi IBM yang lain. Mungkin akan mahal ketika proses migrasi dan training.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s