Voli Agustusan

Dilingkungan saya, gelaran 17an atau agustusan sudah dimulai. Sabtu-minggu lalu beberapa pertandingan sudah dimulai meski bulan Juli baru melewati minggu ke dua. Ini lebih karena pesertanya adalah pekerja yang hanya dirumah ketika malam dan akhir pekan saja, sedangkan acara yang disiapkan teman teman di RW 10 lumayan banyak.

Karena kebisaan saya hanya main voli, Sabtu sore kemarin saya turun ke lapangan untuk melawan RT 04. Ini adalah pertama kalinya saya bermain voli sejak sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu. Ya, betul. Sudah lama sekali saya tidak bermain sejak bermain di Pekan Olahraga Mahasiswa di Bandung pas jaman sekolah. Beberapa tahun lalu saya memang ke lapangan voli, bukan untuk bermain tapi menonton final Proliga di Istora.

Tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, apalagi untuk melenturkan kembali otot yang kaku, langsung jumpalitan dilapangan. Babak pertama terlewati, meski kalah saya masih bersemangat. Memasuki babak kedua, kelelahan menjalar keseluruh badan. Saya lebih sering membungkuk sambil mengatur napas yang ngos ngos-an. Paha kaki mulai sakit semua. Telapak tangan berasa panas dan memerah. Maklum sejak di Jakarta tidak pernah lagi namanya menggerakkan badan. Jangankan bertanding di lapangan, jogging saja malas sekali. Hanya sekali sekali saja berenang kalau pas nganter Agi, itupun hanya sekali putaran karena jantung rasanya sudah minta berhenti.

Babak kedua kami masih harus mengaku kalah dari tim lawan. Di babak ketiga, ketika kami mulai menemukan pola permainan, tenaga saya benar benar terkuras habis. Meski akhirnya memenangi babak ketiga, saya memilih berhenti saja ketika babak keempat akan dimulai. Dengan alasan Agi menangis dan mengajak pulang, saya langsung pulang. Sampai dirumah, saya hanya sanggup terkapar di teras depan.

Hari Minggu, rasa pegal masih terasa di paha dan lengan saya. Maka sayapun menolak ajakan untuk bermain sepak bola melawan RT 06. Senin pagi, ternyata rasa pegalnya tidak juga hilang bahkan lutut semakin sulit ditekuk. Apalagi tadi pagi harus naik 5 lantai melalui tangga karena lift sedang di perbaiki. ugh. (ir/wp)

Iklan

4 responses to “Voli Agustusan

  1. hmmm….kudu ke pijat refleksi tuh mas..kayak postingannya bu Edratna ๐Ÿ™‚

  2. Kalo saya malah nggak terlalu suka dipijit. Entah kenapa kalo dipijit rasanya geli banget ๐Ÿ˜€ . Mungkin karena badan saya yang cungkring ini, sehingga yang dipijit bukan otot tapi tulang ๐Ÿ˜€ .

    Tapi tiap pulang ke rumah ibu di kampung selalu dijadwalkan untuk dipijit, sekedar biar seger aja pas balik ke Jakarta.

  3. o iya kemaren sore ada karang taruna dtg ke rumah minta sumbangan 17an plus nanyain mau partisipasi di kegiatan apa. berhubung karna saya bukan pecinta olahraga akhirnya saya pilih catur aja ..he.he.he. ga tau tuh ntar gimana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s