Paranoid Pada Anak

Paranoid -ketakutan tanpa sebab jelas- sering terjadi pada anak. Takut gelap, anjing, badut ,suara keras, takut kepada monster adalah beberapa diantaranya. Ketakutan ini muncul karena mereka pernah mengalami trauma atas situasi tertentu. Misalnya, anak yang takut gelap mungkin pernah berada di kamar sendiri ketika lampu padam. Atau anak yang menolak tidur karena takut monster jahat akan mendatanginya, mungkin terlalu banyak menonton tv yang banyak menampilkan monster atau hantu hantuan.

Rasa takut adalah normal terjadi pada anak. Ketakutan itu tidak akan menghilang jika hanya mengabaikannya saja. Rasa takut ini dapat menghilang dengan sendirinya, jika anak anak sudah merasa semakin aman. Selanjutnya apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mengurangi rasa takut?

Mengetahui ketakutan yang dirasa anak anak mungkin sesuatu yang aneh dan lucu bagi orangtua. Bagaimana mungkin mereka bisa takut anjing, badut atau monster. Cobalah untuk mencari tahu apa penyebab ketakutannya. Apa kejadian yang menyebabkan dia menjadi demikian. Dengarkan ceritanya, dan jangan pernah menertawakan ceritanya. Bangkitkan semangatnya dengan mengatakan kepadanya bahwa semua orang punya rasa takut, dan itu normal. Jika dia sudah menceritakan rasa takutnya, jangan pernah mengumbar cerita itu, terutama ke teman temannya. Karena itu hanya akan membuatnya menjadi bahan ejekan.

Lakukan aktifitas yang dapat mengenalkannya pada obyek yang ditakuti. Misalnya takut anjing, ajaklah dia menggambar anjing atau menonton acara anjing untuk menyampaikan bahwa tidak semua anjing jahat dan harus ditakuti. Atau jika anak takut gelap, cobalah menyalakan lampu ketika dia berangkat tidur. Jika lampunya terlalu terag, ganti dengan lampu yang lebih redup.

Jika orangtua juga mempunyai rasa takut atas sesuatu, sebisa mungkin jangan menceritakan hal ini padanya. Menceritakan ketakutan hanya akan membuatnya semakin takut.

Anak saya, Agi, ternyata takut melihat bahkan hanya mendengar tabuhan topeng monyet. Ceritanya berawal ketika suatu sore dia menonton topeng monyet. Tanpa sebab jelas si monyet melompat mendekati kerumuman anak anak yang menonton. Meski tidak mengarah ke Agi, tapi lompatan itu mengagetkannya. Tak ayal diapun menangis. Sejak itu dia tak pernah lagi menonton topeng monyet.

Minggu lalu, ketika Agi sedang lelap tidur siang terdengar suara tambuhan topeng monyet dari jauh. Agi yang awalnya tidur lelap, tiba tiba bangun dan melompat ke pangkuan. Tangannya mendekap badan saya dengan sangat erat, saya bahkan merasakan detak jantungnya yang keras.

Saya gendong dia kedepan rumah, matanya masih belum mau melihat ke arah topeng monyet dan tangannya masih mendekap. Saya katakan padanya semua temannya sedang menonton dan monyetnya yang kecil lucu sekali. Setelah beberapa lama dia menoleh dan saya rayu dia agar dapat menonton lebih dekat. Saya katakan padanya jika dia tetap diatas gendongan dan seandainya monyetnya mendekat saya akan menendangnya. Akhirnya dia mau menonton meski di belakang kerumuman.

Ketika pertunjukan usai dan rombongan topeng monyet berpindah ke blok lain, Agi malah mengajak untuk menonton lagi. Di tempat yang baru ini dia sudah tidak diatas gendongan lagi, meski tangan saya masih belum boleh lepas dari tangannya. Setelah pertunjukan selesai dan kami pulang, Dia menceritakan asiknya menonton topeng monyet ke mama dan adiknya.

Senang rasanya Agi sudah tidak lagi takut topeng monyet. Tapi masih ada satu lagi, Agi takut suara keras. Agi akan menghentikan aktifitasnya ketika mendengar suara hiburan dari panggung hajatan atau sekedar suara petasan. Bahkan kemarin dia kembali mendekap saya ketika mendengar suara motor di tes dibengkel. Saya masih bingung, bagaimana cara menghilangkan rasa takutnya ini?(ir/wp)

Iklan

5 responses to “Paranoid Pada Anak

  1. Orang muda dan dewasa juga masih banyak fobia terhadap sesuatu juga loh.. 🙂

  2. ada ga anak yg paranoid ama ortunya sendiri ? 🙂

  3. Kalo bapaknya nggak pernah tersenyum, selalu cemberut and pasang wajah sangar. Anak bakalan takut sama bapaknya.

    keep smile to your baby

  4. Ping-balik: Perjalanan Dengan Anak « Indra Riawan

  5. Ping-balik: Takuuuuuutt! - Kerlip Bintang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s