Selamat Datang Era Komunikasi Murah

Dulu, tahun 80an, di kampung saya belum ada jaringan telepon. Baru di tahun awal 90an Telkom datang, tapi tetap saja hanya beberapa orang yang mampu berlangganan telepon. Saya ingat, dulu harus mengantar kakek ke kantor desa jam 10 malem untuk menerima telepon dari anaknya yang tinggal di Bogor.

Semasa kuliah di Bandung di rumah sudah terpasang telepon, tapi tetap saja biaya bertelepon masih mahal bagi anak kos. Untuk bertelepon ke rumah saya harus bersiap antri di wartel sejak jam 5 subuh. Kadang nekat menelepon siang bolong di wartel kampus tapi dengan fasilitas PTD/collect call (panggilan telepon yang biayanya dibebankan ke penerima). Panggilan inipun dilakukan ke kantor paman di Surabaya atau ke kantor bibi di Bogor dan mereka yang meneruskan kabar dengan menelepon ke rumah.

Telepon seluler gsm menawarkan mobilitas dalam berkomunikasi. Harga handset dan tarif yang mahal masih menjadi kendala bagi sebagian orang. Pada awal kehadirannya dulu, orang membayar sampai dengan 500 ribu untuk mendapatkan sebuah nomor perdana. Kadang masih harus menunggu beberapa minggu. Tingginya tarif mahal gsm disiasati dengan memanfaatkan layanan pesan singkat. Cukup membayar 300 rupiah pesan tersampaikan saat itu juga bahkan ke ujung nusantara. Itulah kenapa sms sangat digemari di masyarakat.

Operator cdma berlisensi dalam kota menawarkan tarif telepon seluler yang jauh lebih murah dari gsm, sedikit lebih mahal dari tarif pstn. Meskipun area cakupannya lebih sempit, tarif murah cdma membuat operator gsm mulai menurunkan tarifnya dengan berbagai program promo.

Per 1 April 2008, pemerintah menetapkan aturan baru penarifan terutama yang terkait interkoneksi antar operator. Imbasnya, Telkomsel langsung menurunkan tarif, berikutnya Telkom, Indosat, XL juga menurunkan tarif dasar non promo. (ir/wp)

Iklan

5 responses to “Selamat Datang Era Komunikasi Murah

  1. Yang murah2 pancen OYE…….

  2. Tapi belakangan jadi sering KEOK 😦

  3. Mas, kita taruhan yuk? Operator mana yang bakal ambruk duluan? He..he..he..he..

  4. Boleh 😀
    Kayaknya sih LIFO macam stack itu, last in first out. 😀

  5. Murah tapi sulit digunakan, percuma! Buang aja !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s