Tanggap Bencana Ledakan Mega Kuningan 2009

Jumat pagi, 17 Juli 2009, ketika semua orang sedang bersiap merencanakan liburan untuk akhir pekan yang panjang sebuah ledakan mengagetkan semua orang. Asap putih membumbung tinggi dari arah JW Marriott, dan tak lama berselang ledakan yang sama terdengar dari Ritz Carton yang memang berdekatan di Kawasan Mega Kuningan.

Orang langsung berhamburan keluar dari gedung di sekitar Mega Kuningan yang memang menjadi pusat bisnis. Tapi berbeda dengan kejadian sebelumnya, yang orang hanya hilir mudik kebingungan kali ini orang orang langsung berkumpul di lahan kosong yang ada di sekitar gedung.

Ini yang saya lihat pada kejadian jumat pagi kemarin, orang orang seperti sudah paham apa yang harus dilakukan. Mereka tetap tenang dan langsung berkumpul ke lapangan. Sepertinya, perusahaan di Mega Kuningan sudah cukup paham dengan Disaster Recovery Plan (DRP).

Seperti saya tulis beberapa tahun lalu, tahap awal tanggap bencana adalah evakuasi dan regroup. Mengevakuasi orang keluar dari gedung untuk menghindari bencana lanjutan. Menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih diutamakan dari penyelamatan aset perusahaan. Pada kejadian bencana kebakaran Menara BTN awal tahun 2009, seorang pejabat IT langsung memerintahkan staf nya untuk keluar dari gedung secepatnya. Bukan memerintahkan untuk menyelamatkan server yang berisi data perusahaan.

Tahap selanjutnya setelah seluruh personil dievakuasi adalah pengumuman status darurat. Perusahaan yang telah memiliki DRP biasanya sudah memiliki pejabat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab jika terjadi bencana. Dialah yang menentukan apakah proses bisnis perusahaan akan dilanjutkan atau dipindahkan ke tempat lain. Hanya dibutuhkan waktu satu jam sejak kejadian di Mega Kuningan bagi pejabat sebuah perusahaan telelekomunikasi besar di sana untuk memutuskan meliburkan seluruh karyawananya hari Jumat kemarin.

Proses kelangsungan bisnis perusahaan bisa dilanjutkan darimana saja. Misalnya untuk bagian marketing cukup mendownload materi presentasinya dari server lalu menjadwal ulang presentasi dengan klien atau calon klien. Para pejabat menengah setingkat manager tentu sudah terbiasa bekerja di luar ruangan. Mereka bisa memanfaatkan area dengan akses wifi di kafe atau restoran untuk membuka sambungan ke server perusahaan. Bagi karyawan, tetap bisa melakukan pekerjaannya dari rumah dengan menggunakan akses vpn ke perusahaan melalui jaringan internet.

Jika perusahaan telah memiliki DRP tentu proses update terhadap seluruh proses DRP tetap diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan, dokumen, kontak telah diperbarui sesuai dengan kondisi paling mutakhir. Jangan sampai DRP masih menggunakan dokumen yang sudah tidak ada atau berisi daftar kontak pejabat yang sudah tidak aktif. Selain proses pembaruan terhadap DRP proses sosialisasi harus dilakukan kepada para karyawan. Sosialisasi dapat dilakukan dengan pelatihan dan ujicoba terhadap skenario skenario bencana yang mungkin terjadi. Sehingga ketika terjadi bencana yang sebenarnya, karyawan sudah paham dan terlatih dengan apa yang harus dilakukan. Seberapa sering perusahaan anda melakukan disaster training-drill ?

Belasungkawa dan simpati saya untuk seluruh korban ledakan Mega Kuningan 2009(ir/wp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s