99,99 atau 99,9

Departemen TI adalah tulang punggung perusahaan saat ini memiliki kesepakatan Service Level Aggreement (SLA) dengan enduser. Atau jika departemen TI menggunakan jasa vendor, pasti juga memiliki SLA dengan vendor bersangkutan. Dalam SLA selalu disebutkan bahwa tingkat layanan yang diberikan adalah 99% atau 99,9% atau ada juga 99,99%. Lalu apa maknanya angka angka ini?

Secara matematis, angka angka diatas memang hanya berselisih satu digit atau bahkan hanya berselisih 0,01 tapi maknanya besar sekali. Karena yang diukur oleh SLA adalah tingkat ketersediaan (availability) atau uptime maka yang kita lihat ada angka ketidaktersediaan atau downtime. Nilai downtime adalah selisih angka SLA dengan nilai 100% (selalu tersedia).

Sebuah layanan yang harus selalu tersedia 24x7x365, misalnya webserver untuk transaksi e-banking atau database server untuk transaksi perbankan. Jika dengan SLA 99,9% berarti hanya ditolerir downtime sebesar 0,1% atau sekitar 8jam 45menit per tahun. Bandingkan dengan SLA 99,99% yang hanya menolerir downtime 0,01% atau hanya sekitar 53menit per tahun.

Delapan jam downtime tentu sangatlah berarti. Reputasi departemen TI atau bahkan reputasi perusahaan menjadi pertaruhan. BTW, berapa jam rata rata server Anda mengalamai downtime?(ir/wp)

Iklan

One response to “99,99 atau 99,9

  1. Dari diskusi di Note FB dengan seorang teman:
    SLA vendor-IT-enduser harus inline. Misalnya vendor memberi garansi 99,9% maka bagian IT tidak bisa memberikan sla lebih dari angka itu. Karena resiko downtime akan diterima bagian IT.
    Thank’s for the discussion, Yu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s