Indra Riawan

Di Tu Di Tu Ti

Jumat, 27 Juni 2008 · Tidak ada Komentar

Disk to disk to tape (DDT ada yang menulis D-D-T atau D2D2T) adalah strategi backup 2 langkah. Pertama backup dilakukan ke media disk. Selanjutnya data backup dipindahkan ke tape. Strategi ini dipilih untuk mengurangi downtime yang terjadi jika proses backup langsung dilakukan ke media tape.

Kecepatan transfer data harddisk bisa mencapai 1 Gbps (HDD 7200 rpm) atau 125 MBps (HDD 10K dan 15K rpm). Bandingkan dengan tape tipe LTO yang hanya 15 - 120 MBps atau tape DDS/DAT yang hanya mampu mentransfer 0,6 - 6,9 MBps.

Bayangkan jika database yang harus dibackup sekitar 1 TB, berapa menit waktu yang diperlukan untuk melakukan backup dengan tape. Bagaimana anda membackup database?(ir/wp)

→ No CommentsKategori: Teknologi Informasi
yang berkaitan: ,

Hati Hati Dengan Kredit Anda

Rabu, 18 Juni 2008 · 1 Komentar

Bagaimana anda membayar tagihan kartu kredit anda? Apakah selalu tepat waktu atau lebih sering telat bayar? Jika selama ini anda sering telat bayar, sebaik anda mulai hati hati. Saat ini bank sudah memiliki sistem yang mencatat sejarah cicilan setiap kredit/hutang.

Bank Indonesia melalui Biro Informasi Kredit menghimpun seluruh data kredit yang tersebar di berbagai lembaga keuangan menjadi sebuah pusat informasi kredit. Lembaga keuangan yang menjadi anggota BIK adalah seluruh bank (bank umum, syariah, bpr), lembaga pembiayaan dan penerbit kartu kredit.

Data kredit, seperti lembaga pemberi kredit, jumlah kredit, tunggakan, tersedia secara online dan realtime. Saat ini data data ini hanya bisa diakses oleh bank dan lembaga keuangan peserta SID (sistem informasi debitur). Tapi masyarakat dapat memeriksa kebenaran data kreditnya dengan datang langsung ke counter BIK di Gerai Info BI, lobi Menara Sjafruddin Prawiranegara, jl MH Thamrin no 2 Jakarta.

Untuk itu, jaga selalu reputasi kredit anda dengan membayar cicilan tepat waktu. Dan ingat, riwayat kredit anda dapat diakses oleh seluruh lebaga pemberi kredit. Jadi, Jangan sampai keinginan untuk memiliki rumah/mobil gagal melewati proses bi checking hanya karena pernah menunggak kartu kredit. Disadur bebas dari program edukasi masyarakat Bank Indonesia.(ir/wp)

Artikel lain:
Pemerintah Hanya Menjamin 100 Juta Dana Masyarakat

→ 1 CommentKategori: Bank
yang berkaitan:

Pojok Kampung Dan Bandar Jakarta

Jumat, 6 Juni 2008 · Tidak ada Komentar

Untuk anda yang tinggal di Surabaya dan sekitar Jawa Timur, tentu sudah familiar dengan ‘Pojok Kampung’. Pojok Kampung adalah tayangan berita yang disiarkan setiap hari di stasiun tv lokal JTV di bawah bendera Jawa Pos News Networks (JPNN) . Yang unik dari Pojok Kampung adalah bahasa pengantar yang digunakan menggunakan logat surabaya atau ’suroboyoan’. Meski kadang mengandung kata kata kasar, misalnya janc*k, modhar, menonton berita dengan gaya suroboyoan sangat menarik.

Jika di Surabaya ada Pojok Kampung, maka di Jakarta juga ada acara serupa. Stasiun tv lokal Jak-TV menyiarkan ‘Bandar Jakarta’ setiap hari jam 21.30. Seperti halnya Pojok Kampung, Bandar Jakarta juga menggunakan bahasa pengantar betawi. Tidak hanya bahasa , pembaca beritanya juga berbusana betawi. Selain itu, setiap menjelang jeda selalu di akhiri dengan pantun. Sangat khas betawi. Di akhir tayangan ada ulasan mengenai kosakata dalam bahasa betawi.

Bandar Jakarta muncul hampir bersamaan dengan masuknya Jawa Pos ke Jak-TV, mungkin local news menjadi strategi JPNN untuk menarik pemirsa Jakarta. Terlepas dari strategi bisnis, muatan lokal memang seharusnya mendapat porsi lebih banyak.

Hampir semua kota besar di Indonesia sudah memiliki stasiun tv lokal. Saat ini tercatat sudah ada 21 stasiun tv lokal yang tergabung dalam jaringan City TV Network (CTV). Sedangkan tv lokal yang tergabung ke Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATLI) sebanyak 28 stasiun. Wikipedia mencatat ada hampir seratus tv lokal , di luar siaran TVRI daerah.

Kehadiran tv lokal dapat mengangkat kembali budaya lokal yang tidak tersentuh oleh jaringan tv nasional . Tv lokal juga dapat mengenalkan budaya lokal ke anak anak, karena muatan lokal di kurikulum pendidikan lebih banyak diisi oleh ‘muatan lokal tapi rasa global’.(ir/wp)

→ No CommentsKategori: Berita · Jakarta
yang berkaitan: , , ,

Wimax

Jumat, 30 Mei 2008 · Tidak ada Komentar

Komunikasi data nirkabel yang saat ini didominasi wifi, sebentar lagi akan tergeser dengan datangnya wimax. Wimax adalah standar komunikasi data wireless terbaru. Tapi benarkah wifi akan tergusur oleh wimax?

Wifi (wireless fidelity) memenuhi standar 802.11 seri a, b, g maupun seri n. Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai adalah 11 Mbps(802.11a), 54 (802.11b/g) hingga 100 Mbps (802.11g). Dengan bekerja pada band ism (industrial, scientific, and medical) di frekuensi 2,4 GHz, wifi mampu mencakup beberapa puluh hingga ratusan meter. Karena beroperasi di unlicense band, wifi dapat dioperasikan oleh siapa saja. Mulai dari perusahaan, kafe, rt/rw-net sampai peorangan di rumah. Apalagi dengan semakin murahnya perangkat access point (AP) maupun wireless client.

Berbeda dengan wifi, Wimax (worldwide interoperability for microwave access) menggunakan standar 802.16 seri d dan e. Wimax dapat menjangkau 5 hingga 8km dengan kecepatan 30 hingga 75 Mbps. Operator yang mengoperasikan wimax harus memegang ijin operasi karena bekerja di frekuensi 2,5 dan 3,5 GHz.

Karena perbedaan karakter masing masing standar tersebut, wifi dan wimax akan saling melengkapi. Skenario yang disiapkan misalnya, wimax akan digunakan untuk menyediakan layanan internet broadband dari provider ke pengguna. Selanjutnya di sisi pengguna menggunakan wifi untuk berbagi koneksi.

Beberapa negara sudah mulai mengoperasikan wimax. Untuk Indonesia, kementrian kominfo masih terus mengkaji aturan main wimax yang direncanakan rampung tahun ini. Tapi wimax sudah digunakan di Aceh pada waktu bencana tsunami akhir tahun 2004. Kominfo juga mendorong pembuatan perangkat wimax oleh industri lokal . Apakah anda sudah menggunakan wifi? Bagaimana pendapat anda tentang wifi?(ir/wp)

→ No CommentsKategori: Teknologi Informasi

Metode Perhitungan Bunga Kredit

Jumat, 16 Mei 2008 · Tidak ada Komentar

Metode perhitungan bunga dikenal 2 cara, flat dan efektif. Dengan metode flat, bunga dihitung dari plafond pinjaman. Sedangkan pada metode efektif bunga dihitung dari sisa kredit.

Pada metode flat, bunga dihitung dari prosentasi bunga dikali pokok pinjaman/plafond. Atau ditulis sebagai: (P * i * t) : jb , dimana P adalah plafon, i adalah suku bunga per tahun, t adalah jumlah tahun jangka waktu kredit dan jb adalah jumlah bulan jangka waktu kredit.

Dengan metode efektif, bunga dihitung prosentase bunga dikali saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya. Dapat ditulis sebagai: SP * i * (30/360) , dimana SP adalah saldo pokok bulan sebelumnya, i adalah suku bunga per tahun, 30 adalah jumlah hari dalam sebulan, 360 adalah jumlah hari dalam setahun. Karena saldo pokok terus berkurang tiap bulan, bunga yang dibebankan juga semakin kecil sehingga angsuran juga semakin kecil.

Ada juga metode anuitas yang merupakan modifikasi dari metode efektif. Perbedaannya dengan metode efektif adalah angsuran/cicilannya akan tetap sepanjang jangka waktu kredit. Dengan metode anuitas, bank akan menghitung angsuran pokok dan bunga sehingga didapatkan nilai angsuran yang harus dibayar tiap bulan. Angsuran pokok akan semakin besar dan bunga semakin kecil sehingga angsuran akan bernilai tetap.

Untuk simulasi, misalnya digunakan plafond kredit 24juta dengan jangka waktu 2 tahun dan bunga 10% setahun. Asumsinya tidak ada perubahan persen bunga selama jangka waktu kredit. Dengan menggunakan perhitungan bunga didaptkan hasil seperti screenshotberikut:
simulasi-bunga

Dari simulasi nampak bahwa metode efektif memberikan nilai total angsuran yang paling kecil. Jumlah total angsuran yang dibayar dengan flat paling tinggi dibanding anuitas dan efektif. Metode anuitas dan flat memberikan nilai angsuran yang tetap selama kredit.

Sifat Suku Bunga
Selain metode perhitungan bunga, ada lagi yang harus dipahami nasabah atau calon debitur yaitu sifat suku bunga. Di perbankan dikenal sifat bunga yang mengambang (floating) dan bunga tetap (fixed).

Dengan bunga mengambang, suku bunga akan berubah ubah sesuai kodisi di pasar. Suku bunga umumnya akan spread beberapa persen di atas BI Rate. BI Rate adalah patokan yang ditetapkan pemerintah untuk besaran bunga bank. Sedangkan dengan bunga tetap, suku bunga akan tetap selama jangka waktu kredit atau sepanjang waktu tertentu yang disepakati.

Disadur secara bebas dari program edukasi masyarakat Bank Indonesia.(ir/wp)

→ No CommentsKategori: Bank
yang berkaitan: ,

Brotherhood On The Road

Sabtu, 3 Mei 2008 · 1 Komentar

Suatu siang yang terik di sebuah jalan bilangan Pasar Baru, Jakarta. Sebuah motor bebek melaju dengan kecepatan sedang dibelakang sebuah truk box. Sedang dari arah berlawanan, sebuah motor sport melaju kencang di jalan yang memang tidak terlalu ramai.

Tiba tiba truk berbelok kiri memasuki sebuah gudang. Untuk menghindari truk, motor bebek meliuk ke kanan dan langsung tancap gas. Tapi dia tidak melihat sebuah motor di depan truk yang juga sedang melaju kencang.

Dan, brraakk !!! Tabrakan banteng pun tak terhindar. Motor bebek terjatuh tapi si pengendara berhasil melompat. Sayang, helmnya yang kecil dan tipis terlempar dan pecah menghantam aspal. Si pengedara motor sport berhasil mengendalikan motor dengan baik meski tetap tak terhindar dari tabrakan.

Si pengendara bebek berdiri, membiarkan motornya tergeletak di jalan. Dia menghampiri pengendara motor sport yang berada tak jauh darinya. Dua pasang mata saling tatap. Tajam. Pengendara bebek mengulurkan tangan, lalu disambut dengan tangan pengedara motor sport. Mereka berbincang sebentar. Pengendara motor sport berlalu segera setelah pengendara bebek berhasil menyalakan motor dan pergi.

Ya. Sekali lagi masalah di jalan diselesaikan secara baik baik. Tanpa caci maki dan teriakan yang tak jarang menghentikan arus lalu lintas. Tidak semua masalah di jalan harus diselesaikan dengan ribut. Kendaraan baret, lecet atau bersenggolan adalah lumrah terjadi di jalan. Jika berharap motor selalu mengkilap tanpa lecet, mungkin sebaiknya disimpan saja di rumah sambil di poles setiap pagi. Apakah anda pernah mengalami perselisihan di jalan?(ir/wp)

→ 1 CommentKategori: Motor

Selamat Datang Era Komunikasi Murah

Senin, 21 April 2008 · & Komentar

Dulu, tahun 80an, di kampung saya belum ada jaringan telepon. Baru di tahun awal 90an Telkom datang, tapi tetap saja hanya beberapa orang yang mampu berlangganan telepon. Saya ingat, dulu harus mengantar kakek ke kantor desa jam 10 malem untuk menerima telepon dari anaknya yang tinggal di Bogor.

Semasa kuliah di Bandung di rumah sudah terpasang telepon, tapi tetap saja biaya bertelepon masih mahal bagi anak kos. Untuk bertelepon ke rumah saya harus bersiap antri di wartel sejak jam 5 subuh. Kadang nekat menelepon siang bolong di wartel kampus tapi dengan fasilitas PTD/collect call (panggilan telepon yang biayanya dibebankan ke penerima). Panggilan inipun dilakukan ke kantor paman di Surabaya atau ke kantor bibi di Bogor dan mereka yang meneruskan kabar dengan menelepon ke rumah.

Telepon seluler gsm menawarkan mobilitas dalam berkomunikasi. Harga handset dan tarif yang mahal masih menjadi kendala bagi sebagian orang. Pada awal kehadirannya dulu, orang membayar sampai dengan 500 ribu untuk mendapatkan sebuah nomor perdana. Kadang masih harus menunggu beberapa minggu. Tingginya tarif mahal gsm disiasati dengan memanfaatkan layanan pesan singkat. Cukup membayar 300 rupiah pesan tersampaikan saat itu juga bahkan ke ujung nusantara. Itulah kenapa sms sangat digemari di masyarakat.

Operator cdma berlisensi dalam kota menawarkan tarif telepon seluler yang jauh lebih murah dari gsm, sedikit lebih mahal dari tarif pstn. Meskipun area cakupannya lebih sempit, tarif murah cdma membuat operator gsm mulai menurunkan tarifnya dengan berbagai program promo.

Per 1 April 2008, pemerintah menetapkan aturan baru penarifan terutama yang terkait interkoneksi antar operator. Imbasnya, Telkomsel langsung menurunkan tarif, berikutnya Telkom, Indosat, XL juga menurunkan tarif dasar non promo. (ir/wp)

→ 5 CommentsKategori: Opini

Link Maret 2008

Kamis, 10 April 2008 · Tidak ada Komentar

Standar Nasional Indonesia , temukan spesifikasi, petunjuk yang terkait dengan produk.

A Guide to Creating a Minimalist Home, memberikan trik untuk membuat sebuah rumah menjadi minimalis.

21 Tips on Keeping a Simple Home with Kids, lupakan dogma ‘rumah bagai kapal pecah’ dengan tips bebersih ala Zen.

Kisah Di Balik Produksi Ayat Ayat Cinta , masih penasaran dengan fenomena film AAC? Ikuti 4 seri behind the scene langsung dari blognya Hanung.

→ No CommentsKategori: Website

Hacking Juga Bisa Menghasilkan Uang

Kamis, 10 April 2008 · 1 Komentar

Security Fix mengabarkan, bahwa SANS institute menawarkan hadiah sampai dengan USD 20.000 (setara IDR 190 juta) bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan menutup lubang backdoor yang ada di hardware maupun software.

Konon cerita yang beredar di masyarakat adalah, hacker selalu mendapatkan uang secara tidak legal dengan membobol rekening orang, mencuri data perusahaan atau tindakan kriminal lain. Sebagian mungkin ada yang melakukannya tapi tidak semua seperti itu. Ada juga hacker yang dibayar oleh pemilik sistem. Pemilik sistem (umumnya perusahaan) secara sadar dan sengaja menyewa hacker untuk menemukan celah keamanan sebelum celah itu ditemukan oleh kompetitor mereka. Kegiatan ini disebut penetration test. Pen-test biasa dilakukan oleh konsultan keamanan baik secara individu maupun perusahaan.

Masih ingat kasus KPU? kabarnya Dani (aka. xnuxer) adalah seorang konsultan keamanan untuk sebuah lembaga keuangan terkemuka. Jadi kata siapa hacker selalu merusak dan menghasilkan uang secara ilegal?(ir/wp)

→ 1 CommentKategori: Berita · Teknologi Informasi

Seleb de Sitter, Kidz de Suffer

Senin, 10 Maret 2008 · & Komentar

Lagi lagi sebuah tayangan tv nasional mengeksploitasi anak anak. Kali ini dengan para pesohor sebagai subyek dan anak anak sebagai obyek. Alih alih mendapatkan tayangan yang heboh dan seru, reality show ini lebih mirip drama penculikan.

Skenarionya, seorang anak akan dititipkan oleh orang tuanya kepada sepasang seleb. Sepanjang hari pasangan seleb ini yang akan menemani anak tersebut. Bayangkan, 2 orang yang belum dikenal tiba tiba datang dan mengajak seorang anak bermain sepanjang hari. Ini barangkali yang membuat anak anak tidak nyaman, rewel bahkan menangis sepanjang acara.

Di akhir tayangan para seleb itu berkomentar ringan, “Kami berdua menjadi semakin dekat”. Atau, “Ternyata menjaga anak anak susah juga ya’”. Hei, menjadi orang tua lebih dari sekedar reality show 30 menit!.

Sebagai imbalannya, para seleb akan mendapatkan sebuah hadiah berlibur di Bali. Anak anak yang menjadi tokoh di tayangan itu akan membawa pulang hadiah mainan dan sebuah pengalaman menjadi korban penculikan. Heran juga ada orangtua yang merelakan anaknya menjadi korban hanya demi bisa tampil di tv.

Pembawa acara ini juga berpakain yang berlebihan. Sebuah baju minim dengan rok diatas lutut. Apakah memang pakaian seorang pengasuh seperti ini?(ir/wp)

→ 2 CommentsKategori: Keluarga