Psikotest: Pohon-Orang,
Streaming lalu lintas Jakarta: Pemda, Telkom, Lewatmana, Macetlagi, Transjakarta, atau seluruh dunia.
Psikotest: Pohon-Orang,
Streaming lalu lintas Jakarta: Pemda, Telkom, Lewatmana, Macetlagi, Transjakarta, atau seluruh dunia.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori
Tergantung di gerobak tukang sayur yang lewat tadi pagi, saya pikir buah ini adalah Juwet atau Jambu Solo karena warnanya yang ungu tua. Ternyata bukan, penjual menyebutnya sebagai ‘Wowok’.
Saya cari di Internet, ternyata buah ini cukup populer (ah saya ini orang ndeso yang ndesit). Buah ini tersebar di beberapa daerah dengan penyebutan masing masing. Misalnya, ada yang menyebut sebagai Gowok. Orang Betawi menamainya dengan Gohok. Di Sunda dikenal sebagai Kupa Beunyeur dan di Jawa disebut sebagai Gowok Dompyang. Lha, penjual tadi menyebut sebagai ‘Wowok’, bahasa manapula ini?
Menilik bentuknya yang bulat agak lonjong buah ini mirip dengan Jambu Solo. Buahnya menempel pada tangkai hijau persis sama dengan Juwet. Ukurannya yang sebesar Duku. Kulitnya yang kaku berwarna ungu tua, atau merah ketika masih muda. Dagingnya berwarna putih terasa kenyal mirip manggis dengan rasa yang asem(sepet) dan seger karena menyimpan banyak air. Biji kecil dan lonjong tersimpan di tengah.
Paman Tyo yang nggak suka gombal pernah bilang, buah ini berkaitan dengan sebuah praktek erotika remaja pria oleh wanita dewasa, nah lho.(ir/wp)
→ 4 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: Buah, gowok, Kampung
Aksi pembobolan ATM yang marak diberitakan minggu minggu ini tentu membuat kita, para pengguna ATM, menjadi was was. Kejahatan ATM yang muncul belakangan ini diindikasikan sebagai penggadaan kartu. Pembobolan dengan kartu duplikat bisa terjadi jika kartu berhasil digandakan dan pin untuk kartu berhasil didapatkan.
Berikut beberapa tips agar aman selama bertransaksi di ATM.
Semoga tips ini bermanfaat untuk kita aman bertransaksi di ATM. Disadur secara bebas dari GASA (Global ATM Security Alliance)(ir/wp)
Terkait:
Pembobolan Mesin ATM.
Kemanan Mesin ATM.
→ 3 CommentsKategori: Bank
Ditandai: Bank, linkedin, Tips
System P virtualization best practice.
Time: Top 10 in 2009.
Optimizing AIX performance tuning.
Kisah dibalik nama perusahaan IT.
Top alternative songs of decade 2000s.
IP Address to geolocation service.
Open source hardware 2009.
Color for your brand and Cymbolisme.
Converting physical system into virtual machine with Clonezilla.
Wajanbolic collection, e-goen in speedy portal, e-goen in picasa, antenna from YB1ZDX.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori
Departemen TI adalah tulang punggung perusahaan saat ini memiliki kesepakatan Service Level Aggreement (SLA) dengan enduser. Atau jika departemen TI menggunakan jasa vendor, pasti juga memiliki SLA dengan vendor bersangkutan. Dalam SLA selalu disebutkan bahwa tingkat layanan yang diberikan adalah 99% atau 99,9% atau ada juga 99,99%. Lalu apa maknanya angka angka ini?
Secara matematis, angka angka diatas memang hanya berselisih satu digit atau bahkan hanya berselisih 0,01 tapi maknanya besar sekali. Karena yang diukur oleh SLA adalah tingkat ketersediaan (availability) atau uptime maka yang kita lihat ada angka ketidaktersediaan atau downtime. Nilai downtime adalah selisih angka SLA dengan nilai 100% (selalu tersedia).
Sebuah layanan yang harus selalu tersedia 24×7x365, misalnya webserver untuk transaksi e-banking atau database server untuk transaksi perbankan. Jika dengan SLA 99,9% berarti hanya ditolerir downtime sebesar 0,1% atau sekitar 8jam 45menit per tahun. Bandingkan dengan SLA 99,99% yang hanya menolerir downtime 0,01% atau hanya sekitar 53menit per tahun.
Delapan jam downtime tentu sangatlah berarti. Reputasi departemen TI atau bahkan reputasi perusahaan menjadi pertaruhan. BTW, berapa jam rata rata server Anda mengalamai downtime?(ir/wp)
→ 1 CommentKategori: Datacenter
Ditandai: Datacenter, linkedin
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: Website
IBM Bladecenter quick refference.
Mengenal Estate management, 2, 3, 4.
Computerworld top 10 IT trends.
Qiblat Locator, refine your qiblat with this google map tool.
YouTube alternatif for Video portal.
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: Website
→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori
Ditandai: Website
7 Pertanyaan yang sering muncul ketika interview.
Website load speed simulation tool.
Drupal must have modules, 10 modules can’t live without.
Lacak paket Pos, informasi kodepos,
20 OpenSSH security best practice.
Things should cover in social networking policy.
Dying it skills, IT hiring and salaries are down.
→ 2 CommentsKategori: Tak Berkategori
Ditandai: Website
Jumat pagi, 17 Juli 2009, ketika semua orang sedang bersiap merencanakan liburan untuk akhir pekan yang panjang sebuah ledakan mengagetkan semua orang. Asap putih membumbung tinggi dari arah JW Marriott, dan tak lama berselang ledakan yang sama terdengar dari Ritz Carton yang memang berdekatan di Kawasan Mega Kuningan.
Orang langsung berhamburan keluar dari gedung di sekitar Mega Kuningan yang memang menjadi pusat bisnis. Tapi berbeda dengan kejadian sebelumnya, yang orang hanya hilir mudik kebingungan kali ini orang orang langsung berkumpul di lahan kosong yang ada di sekitar gedung.
Ini yang saya lihat pada kejadian jumat pagi kemarin, orang orang seperti sudah paham apa yang harus dilakukan. Mereka tetap tenang dan langsung berkumpul ke lapangan. Sepertinya, perusahaan di Mega Kuningan sudah cukup paham dengan Disaster Recovery Plan (DRP).
Seperti saya tulis beberapa tahun lalu, tahap awal tanggap bencana adalah evakuasi dan regroup. Mengevakuasi orang keluar dari gedung untuk menghindari bencana lanjutan. Menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih diutamakan dari penyelamatan aset perusahaan. Pada kejadian bencana kebakaran Menara BTN awal tahun 2009, seorang pejabat IT langsung memerintahkan staf nya untuk keluar dari gedung secepatnya. Bukan memerintahkan untuk menyelamatkan server yang berisi data perusahaan.
Tahap selanjutnya setelah seluruh personil dievakuasi adalah pengumuman status darurat. Perusahaan yang telah memiliki DRP biasanya sudah memiliki pejabat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab jika terjadi bencana. Dialah yang menentukan apakah proses bisnis perusahaan akan dilanjutkan atau dipindahkan ke tempat lain. Hanya dibutuhkan waktu satu jam sejak kejadian di Mega Kuningan bagi pejabat sebuah perusahaan telelekomunikasi besar di sana untuk memutuskan meliburkan seluruh karyawananya hari Jumat kemarin.
Proses kelangsungan bisnis perusahaan bisa dilanjutkan darimana saja. Misalnya untuk bagian marketing cukup mendownload materi presentasinya dari server lalu menjadwal ulang presentasi dengan klien atau calon klien. Para pejabat menengah setingkat manager tentu sudah terbiasa bekerja di luar ruangan. Mereka bisa memanfaatkan area dengan akses wifi di kafe atau restoran untuk membuka sambungan ke server perusahaan. Bagi karyawan, tetap bisa melakukan pekerjaannya dari rumah dengan menggunakan akses vpn ke perusahaan melalui jaringan internet.
Jika perusahaan telah memiliki DRP tentu proses update terhadap seluruh proses DRP tetap diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan, dokumen, kontak telah diperbarui sesuai dengan kondisi paling mutakhir. Jangan sampai DRP masih menggunakan dokumen yang sudah tidak ada atau berisi daftar kontak pejabat yang sudah tidak aktif. Selain proses pembaruan terhadap DRP proses sosialisasi harus dilakukan kepada para karyawan. Sosialisasi dapat dilakukan dengan pelatihan dan ujicoba terhadap skenario skenario bencana yang mungkin terjadi. Sehingga ketika terjadi bencana yang sebenarnya, karyawan sudah paham dan terlatih dengan apa yang harus dilakukan. Seberapa sering perusahaan anda melakukan disaster training-drill ?
Belasungkawa dan simpati saya untuk seluruh korban ledakan Mega Kuningan 2009(ir/wp)
→ Tinggalkan KomentarKategori: Teknologi Informasi
Ditandai: bcp, drc, linkedin, Teknologi Informasi