Indra Riawan

Link Januari 2010

Jumat, 5 Februari 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Buah Gowok

Rabu, 27 Januari 2010 · & Komentar

Tergantung di gerobak tukang sayur yang lewat tadi pagi, saya pikir buah ini adalah Juwet atau Jambu Solo karena warnanya yang ungu tua. Ternyata bukan, penjual menyebutnya sebagai ‘Wowok’.

Buah GowokSaya cari di Internet, ternyata buah ini cukup populer (ah saya ini orang ndeso yang ndesit). Buah ini tersebar di beberapa daerah dengan penyebutan masing masing. Misalnya, ada yang menyebut sebagai Gowok. Orang Betawi menamainya dengan Gohok. Di Sunda dikenal sebagai Kupa Beunyeur dan di Jawa disebut sebagai Gowok Dompyang. Lha, penjual tadi menyebut sebagai ‘Wowok’, bahasa manapula ini?

Menilik bentuknya yang bulat agak lonjong buah ini mirip dengan Jambu Solo. Buahnya menempel pada tangkai hijau persis sama dengan Juwet. Ukurannya yang sebesar Duku. Kulitnya yang kaku berwarna ungu tua, atau merah ketika masih muda. Dagingnya berwarna putih terasa kenyal mirip manggis dengan rasa yang asem(sepet) dan seger karena menyimpan banyak air. Biji kecil dan lonjong tersimpan di tengah.

Belahan buah Gowok

Paman Tyo yang nggak suka gombal pernah bilang, buah ini berkaitan dengan sebuah praktek erotika remaja pria oleh wanita dewasa, nah lho.(ir/wp)

→ 4 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Tips Bertransaksi Aman Di ATM

Jumat, 22 Januari 2010 · & Komentar

Aksi pembobolan ATM yang marak diberitakan minggu minggu ini tentu membuat kita, para pengguna ATM, menjadi was was. Kejahatan ATM yang muncul belakangan ini diindikasikan sebagai penggadaan kartu. Pembobolan dengan kartu duplikat bisa terjadi jika kartu berhasil digandakan dan pin untuk kartu berhasil didapatkan.

Berikut beberapa tips agar aman selama bertransaksi di ATM.

  1. Datang ke ATM yang anda yakin aman, insting dan naluri alamiah bisa memberikan sinyal yang kuat apakah ATM ini aman atau berbahaya.
  2. Pada saat tiba di atm, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa sekeliling mesin guna memastikan tidak ada yang mencurigakan, misalnya kamera tersembunyi atau alat pengganda kartu (skimmer). Batalkan transaksi jika anda merasa tidak aman atau menemukan kejanggalan di sana.
  3. Pastikan tidak ada orang yang dapat melihat kearah keypad ketika Anda memasukkan pin. Beberapa atm sudah dilengkapi penutup, tapi anda juga bisa menutupnya sendiri dengan tangan yang lain. Tambahan dari saya, gunakan jari jempol untuk menekan keypad dengan tetap memposisikan jari yang lain di keypad. Jadi seolah2 anda menekan dengan telunjuk tapi sebenarnya pin dimasukkan oleh jempol.
  4. Jika anda gagal login dan mengakibatkan kartu tertelan, tetap tenang dan jangan panik segera telp ke callcenter. Ada baiknya menyimpan nomor telp callcenter di phonebook, Jangan mudah percaya dengan nomor telp yang tertempel di ATM. Banyak penipuan yang memanfaatkan kelengahan nasabah dengan memasang callcenter palsu.
  5. Jika transaksi telah dilakukan, pastikan uang, kartu dan slip sudah diambil sebelum meninggalkan atm. Beberapa atm lampunya akan berkedip dan mengeluarkan suara jika transaksi sudah selesai tapi kartu masih menempel. ATM lain bahkan menarik kembali dan menelan kartu yang tidak diambil dalam rentang waktu tertentu.
  6. Untuk keamanan, pastikan mengganti pin secara teratur. Meski kartu berhasil digandakan kartu tidak akan dapat digunakan jika pin yang digunakan salah.

Semoga tips ini bermanfaat untuk kita aman bertransaksi di ATM. Disadur secara bebas dari GASA (Global ATM Security Alliance)(ir/wp)

Terkait:
Pembobolan Mesin ATM.
Kemanan Mesin ATM.

→ 3 CommentsKategori: Bank
Ditandai: , ,

Link Desember 2009

Kamis, 7 Januari 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

99,99 atau 99,9

Jumat, 11 Desember 2009 · 1 Komentar

Departemen TI adalah tulang punggung perusahaan saat ini memiliki kesepakatan Service Level Aggreement (SLA) dengan enduser. Atau jika departemen TI menggunakan jasa vendor, pasti juga memiliki SLA dengan vendor bersangkutan. Dalam SLA selalu disebutkan bahwa tingkat layanan yang diberikan adalah 99% atau 99,9% atau ada juga 99,99%. Lalu apa maknanya angka angka ini?

Secara matematis, angka angka diatas memang hanya berselisih satu digit atau bahkan hanya berselisih 0,01 tapi maknanya besar sekali. Karena yang diukur oleh SLA adalah tingkat ketersediaan (availability) atau uptime maka yang kita lihat ada angka ketidaktersediaan atau downtime. Nilai downtime adalah selisih angka SLA dengan nilai 100% (selalu tersedia).

Sebuah layanan yang harus selalu tersedia 24×7x365, misalnya webserver untuk transaksi e-banking atau database server untuk transaksi perbankan. Jika dengan SLA 99,9% berarti hanya ditolerir downtime sebesar 0,1% atau sekitar 8jam 45menit per tahun. Bandingkan dengan SLA 99,99% yang hanya menolerir downtime 0,01% atau hanya sekitar 53menit per tahun.

Delapan jam downtime tentu sangatlah berarti. Reputasi departemen TI atau bahkan reputasi perusahaan menjadi pertaruhan. BTW, berapa jam rata rata server Anda mengalamai downtime?(ir/wp)

→ 1 CommentKategori: Datacenter
Ditandai: ,

Link November 2009

Jumat, 4 Desember 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai:

Link Oktober 2009

Jumat, 6 November 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

IBM Bladecenter quick refference.

Feng Shui untuk nomor rumah.

IC pin database.

Mengenal Estate management, 2, 3, 4.

Computerworld top 10 IT trends.

Qiblat Locator, refine your qiblat with this google map tool.

YouTube alternatif for Video portal.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai:

Link Agustus 2009

Selasa, 15 September 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori
Ditandai:

Link Bulan Juli 2009

Kamis, 6 Agustus 2009 · & Komentar

→ 2 CommentsKategori: Tak Berkategori
Ditandai:

Tanggap Bencana Ledakan Mega Kuningan 2009

Senin, 27 Juli 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jumat pagi, 17 Juli 2009, ketika semua orang sedang bersiap merencanakan liburan untuk akhir pekan yang panjang sebuah ledakan mengagetkan semua orang. Asap putih membumbung tinggi dari arah JW Marriott, dan tak lama berselang ledakan yang sama terdengar dari Ritz Carton yang memang berdekatan di Kawasan Mega Kuningan.

Orang langsung berhamburan keluar dari gedung di sekitar Mega Kuningan yang memang menjadi pusat bisnis. Tapi berbeda dengan kejadian sebelumnya, yang orang hanya hilir mudik kebingungan kali ini orang orang langsung berkumpul di lahan kosong yang ada di sekitar gedung.

Ini yang saya lihat pada kejadian jumat pagi kemarin, orang orang seperti sudah paham apa yang harus dilakukan. Mereka tetap tenang dan langsung berkumpul ke lapangan. Sepertinya, perusahaan di Mega Kuningan sudah cukup paham dengan Disaster Recovery Plan (DRP).

Seperti saya tulis beberapa tahun lalu, tahap awal tanggap bencana adalah evakuasi dan regroup. Mengevakuasi orang keluar dari gedung untuk menghindari bencana lanjutan. Menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih diutamakan dari penyelamatan aset perusahaan. Pada kejadian bencana kebakaran Menara BTN awal tahun 2009, seorang pejabat IT langsung memerintahkan staf nya untuk keluar dari gedung secepatnya. Bukan memerintahkan untuk menyelamatkan server yang berisi data perusahaan.

Tahap selanjutnya setelah seluruh personil dievakuasi adalah pengumuman status darurat. Perusahaan yang telah memiliki DRP biasanya sudah memiliki pejabat yang ditunjuk sebagai penanggungjawab jika terjadi bencana. Dialah yang menentukan apakah proses bisnis perusahaan akan dilanjutkan atau dipindahkan ke tempat lain. Hanya dibutuhkan waktu satu jam sejak kejadian di Mega Kuningan bagi pejabat sebuah perusahaan telelekomunikasi besar di sana untuk memutuskan meliburkan seluruh karyawananya hari Jumat kemarin.

Proses kelangsungan bisnis perusahaan bisa dilanjutkan darimana saja. Misalnya untuk bagian marketing cukup mendownload materi presentasinya dari server lalu menjadwal ulang presentasi dengan klien atau calon klien. Para pejabat menengah setingkat manager tentu sudah terbiasa bekerja di luar ruangan. Mereka bisa memanfaatkan area dengan akses wifi di kafe atau restoran untuk membuka sambungan ke server perusahaan. Bagi karyawan, tetap bisa melakukan pekerjaannya dari rumah dengan menggunakan akses vpn ke perusahaan melalui jaringan internet.

Jika perusahaan telah memiliki DRP tentu proses update terhadap seluruh proses DRP tetap diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan, dokumen, kontak telah diperbarui sesuai dengan kondisi paling mutakhir. Jangan sampai DRP masih menggunakan dokumen yang sudah tidak ada atau berisi daftar kontak pejabat yang sudah tidak aktif. Selain proses pembaruan terhadap DRP proses sosialisasi harus dilakukan kepada para karyawan. Sosialisasi dapat dilakukan dengan pelatihan dan ujicoba terhadap skenario skenario bencana yang mungkin terjadi. Sehingga ketika terjadi bencana yang sebenarnya, karyawan sudah paham dan terlatih dengan apa yang harus dilakukan. Seberapa sering perusahaan anda melakukan disaster training-drill ?

Belasungkawa dan simpati saya untuk seluruh korban ledakan Mega Kuningan 2009(ir/wp)

→ Tinggalkan KomentarKategori: Teknologi Informasi
Ditandai: , , ,